Lokasi truk angkut alat berat (crane) tersangkut jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026).(ANTARA/Luthfia Miranda Putri.)
SATUAN Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa sopir truk towing pengangkut alat berat (crane) yang menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Raya Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Selasa (14/7). Pengemudi berinisial JAS, 29, tersebut kini menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami unsur kelalaian dalam penyebab truk menabrak JPO di Tendean.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, mengonfirmasi bahwa penahanan sementara JAS dilakukan untuk mengorek kronologis serta menentukan pertanggungjawaban hukum atas kerusakan fatal fasilitas publik tersebut.
"Masih dalam penyelidikan ya, sementara masih diamankan," ujar Kompol Mujiyanto kepada wartawan di lokasi kejadian perkara, Selasa (14/7).
Dugaan Kelalaian Bermain Ponsel
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga kuat insiden dipicu oleh kelalaian pengemudi yang tidak memperhitungkan ketinggian muatan kendaraan saat melintas. Dari informasi yang dihimpun di lapangan, JAS diduga berkendara sambil mengoperasikan telepon genggam miliknya, sehingga tidak menyadari truk bermuatan crane yang dibawanya dari Summarecon Bogor menuju Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) tersebut bakal menghantam bentang bawah JPO.
"Kalau kronologis kejadian otomatis pada saat melintas, truk mungkin belum tahu ketinggiannya, jadi mungkin belum ada perkiraan," jelas Mujiyanto.
Pihak kepolisian juga menegaskan akan memanggil pihak korporasi atau pemilik kendaraan berat tersebut untuk dimintai keterangan terkait izin lintasan armada berdimensi besar di jalur protokol Ibu Kota pada dini hari.
Meskipun dipastikan nihil korban jiwa, dampak benturan keras pada pukul 01.00 WIB itu membuat struktur tangga JPO terpisah dari badan utama dan mengangkat tiang penyangga dari fondasinya. Akibat kerusakan struktural yang dinilai membahayakan, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan memutuskan untuk membongkar total jembatan tersebut siang ini.
Rekayasa Lalu Lintas
Imbas evakuasi dan rencana penurunan bentang baja jembatan setelah jam sibuk, arus lalu lintas dari arah Mampang menuju Blok M mengalami kelumpuhan total. Ekor kemacetan dilaporkan meluas hingga underpass Mampang, simpang Kuningan, dan kawasan Warung Buncit.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Octavianus Pasaribu, menyatakan pihaknya telah menerjunkan 30 personel untuk menerapkan rekayasa arus kendaraan secara situasional.
“Dishub telah memitigasi empat titik pengaturan lalu lintas, yaitu di turunan Mampang, flyover Mampang, lokasi kejadian, dan Traffic Light Pasar Santa," terang Bernad.
Pengendara dari arah Hotel Mercure maupun Trans TV menuju Jalan Layang Tendean dialihkan melalui Jalan Mampang Prapatan Raya untuk memutar balik. Warga diminta menghindari kawasan Tendean dan beralih ke rute alternatif di Jalan HR Rasuna Said, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kemang Raya, atau Jalan Pangeran Antasari.
(Ant/P-4)


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)















