Suriah dan AS Tuduh Israel Serang Pangkalan Udara Idlib

6 hours ago 1
Suriah dan AS Tuduh Israel Serang Pangkalan Udara Idlib Ilustrasi: Anak-anak bermain di dekat seorang tentara AS selama patroli di perdesaan dekat al-Malikiyah di timur laut Hasakah, Suriah, Selasa (2/2).(AFP/Delil Souleiman)

KETEGANGAN di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah pangkalan udara militer non-aktif Abu Duhur di Provinsi Idlib, barat laut Suriah, dihantam delapan kali serangan udara pada Selasa (18/8) pagi. Otoritas Suriah dan Pemerintah Amerika Serikat secara terbuka menuding Israel berada di balik aksi penggebukan infrastruktur tersebut.

Media pemerintah Suriah melaporkan, serangan pesawat tempur itu merusak landasan pacu serta sejumlah infrastruktur vital pangkalan yang sudah tidak beroperasi sejak 2012 tersebut. Meski menimbulkan kerusakan fisik, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Utusan Khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengecam keras aksi bombardir tersebut. "Serangan udara Israel yang terkonfirmasi di pangkalan Abu Duhur merupakan bentuk eskalasi yang tidak perlu dan sama sekali tidak mendukung stabilitas kawasan," tegas Barrack lewat akun resmi X miliknya.

Lembaga pemantau Syrian Observatory for Human Rights mengungkapkan, gempuran udara ini diluncurkan hanya selang beberapa hari setelah delegasi militer Turki menyambangi lokasi tersebut. Kunjungan Turki, sekutu utama rezim baru Suriah disebut-sebut sebagai bagian dari rencana untuk mengaktifkan kembali pangkalan udara Abu Duhur.

Insiden ini kian memperkeruh hubungan antara Israel dan Turki yang sudah lama menegang pasca-perang Gaza. Apalagi sejak tumbangnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, Israel rutin melancarkan ratusan serangan ke wilayah Suriah serta menduduki zona penyangga PBB di Dataran Tinggi Golan guna membatasi pergerakan kelompok-kelompok yang mereka cap radikal.

Pemerintah Suriah Mendesak PBB Bertindak

Kementerian Luar Negeri Suriah mengutuk keras agresi tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak bisa ditoleransi. Pihaknya mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil sikap tegas.

"Pemerintah Suriah telah berupaya menahan diri demi menjaga stabilitas kawasan, tetapi serangan beruntun Israel ini mengancam keutuhan wilayah kami," bunyi pernyataan resmi Kemlu Suriah.

Kendati serangan terus terjadi, otoritas baru Suriah dan Israel sebenarnya sempat menggelar pembicaraan diplomasi langsung dan sepakat membentuk mekanisme pertukaran intelijen. Namun, niat Menhan Israel Israel Katz yang menegaskan akan terus menempatkan pasukannya di Suriah membuat ruang negosiasi kembali memanas.

Kecaman juga datang dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Dalam kunjungannya ke Damaskus, Guterres menegaskan kembali bahwa segala bentuk pelanggaran terhadap integritas wilayah Suriah harus dihentikan dan menyuarakan bahwa Dataran Tinggi Golan tetap sah sebagai wilayah Suriah.

(AFP/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |