Gunung Slamet(MI/Akhmad Safuan)
TIM SAR gabungan akhirnya memutuskan untuk langsung melakukan proses evakuasi terhadap jenazah M Fahri Maulana, 16, pendaki yang terjatuh di kawah Gunung Slamet. Keputusan ini diambil lebih cepat dari rencana semula setelah mempertimbangkan kondisi cuaca dan situasi lapangan yang mendukung pada Selasa (18/8) malam.
Sebelumnya, tim asesmen evakuasi dijadwalkan memulai penanganan pada Rabu (19/8). Namun, rombongan telah tiba di lokasi kejadian pada pukul 18.00 WIB, lebih cepat dari perkiraan. Mengingat kondisi puncak Gunung Slamet yang masih cukup terang dan cuaca yang bersahabat, tim SAR gabungan bergerak cepat mengeksekusi evakuasi malam itu juga.
Proses pengangkatan jenazah dari dalam kawah berkedalaman sekitar 20 meter tersebut tidaklah mudah. Medan di lokasi kejadian tergolong curam dengan hamparan bebatuan terjal yang rawan longsor. Menggunakan tali pengaman yang telah disiapkan, sejumlah personel tim SAR turun menyusuri tebing kawah dengan penuh kehati-hatian hingga berhasil mencapai posisi remaja asal Sirampog, Kabupaten Brebes tersebut.
"Tim asesmen sudah tiba di puncak Gunung Slamet sekitar pukul 18.00 WIB, karena situasi masih cukup terang dan memungkinkan untuk melakukan evakuasi, maka tim memutuskan langsung evakuasi atau ada perubahan dari sebelumnya direncanakan Rabu (19/8)," kata Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono.
Berkat kesiapsiagaan dan kerja sama tim di lapangan, proses pengangkatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Personel SAR hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk membawa jenazah M Fahri Maulana keluar dari dasar kawah menuju permukaan.
Setibanya di atas, tim SAR gabungan langsung bersiap membawa jenazah turun menuju Basecamp Permadi Guci, Kabupaten Tegal.
"Malam ini jenazah korban masih dalam perjalanan untuk diturunkan," tambah Budiono.
Budiono menjelaskan bahwa keputusan untuk membawa jenazah korban melalui Basecamp Guci, bukan jalur awal pendakian di Basecamp Sawangan, didasarkan pada pertimbangan aksesibilitas. Jalur turun via Guci dinilai lebih aman dan memadai, meski membutuhkan estimasi waktu tempuh perjalanan sekitar 7 hingga 8 jam.
Rombongan penjelajah dan tim SAR diperkirakan tiba di Basecamp Guci pada Rabu (19/8) pagi. Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, jenazah korban akan segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis sebelum diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga.
"Mari kita doakan bersama, semoga tim diberikan kelancaran dan kemudahan dalam proses evakuasi sehingga selamat sampai Basecamp Permadi," tutur Budiono. (Z-2)


















































