Evakuasi korban gempa NTT.(Dok. TIm SAR/Metro TV)
TIM SAR gabungan terus mempercepat proses evakuasi korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Selasa (18/8) petang, sebanyak tujuh korban dengan kondisi luka berat telah berhasil dievakuasi melalui jalur udara menuju Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Para korban yang dievakuasi dilaporkan mengalami beragam cedera serius, mulai dari patah tulang, dislokasi, trauma vertebralis, hingga luka parah pada bagian tangan. Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD Pratama Komodo setibanya di Labuan Bajo guna mendapatkan perawatan spesialis.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas bagi korban yang membutuhkan tindakan medis segera. Evakuasi ketujuh korban tersebut terbagi dalam dua kloter penerbangan menggunakan helikopter Dauphin.
“Kloter pertama membawa tiga korban didampingi tim medis, sedangkan kloter kedua membawa empat korban lainnya. Helikopter Dauphin saat ini terus disiagakan untuk mempercepat mobilisasi korban dari wilayah terdampak parah menuju fasilitas kesehatan yang memadai,” ujar Mohammad Syafi.
Selain mengandalkan jalur udara, penguatan personel di lapangan juga terus ditingkatkan. Tim Rescue Kantor SAR Kupang bersama unsur TNI, Polri, dan potensi SAR lainnya telah diberangkatkan menuju titik-titik terdampak menggunakan KN SAR Antareja.
Penambahan personel dan armada laut ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian, pertolongan, serta evakuasi di sejumlah wilayah yang masih terisolasi atau membutuhkan penanganan darurat. Tim SAR Gabungan memastikan koordinasi lintas sektoral terus berjalan agar seluruh proses evakuasi berlangsung cepat, aman, dan terorganisasi dengan baik. (H-3)


















































