Tim pengabdian lintas perguruan tinggi memberdayakan warga Dusun Citerep.(Dok.Istimewa)
TIM pengabdian lintas perguruan tinggi memberdayakan warga Dusun Citerep, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, melalui pemanfaatan teknologi tepat guna. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Reguler-Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA Kemdiktisaintek 2026.
Program bermitra dengan Posyandu Melati Citra sebagai mitra utama. Kegiatan difokuskan pada pemanfaatan limbah biomassa menjadi biochar sebagai media bioadsorben serta penerapan Sistem Integrasi Teknologi Air Sederhana (SINTAS) untuk mendukung pengelolaan air di lingkungan masyarakat.
Tim pengabdian diketuai Miftahul Djana bersama Hasrul Anwar dari Universitas Lampung dan Putri Agustriani dari Institut Teknologi Sumatera. Sejumlah mahasiswa turut dilibatkan dalam edukasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan warga.
Hasrul mengatakan persoalan air bersih perlu diikuti peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat agar warga dapat terlibat dalam pengelolaan air di lingkungannya.
“Salah satu kegiatan pemberdayaan dilakukan melalui pelatihan pemanfaatan limbah biomassa, khususnya tongkol jagung, menjadi biochar. Warga diperkenalkan pada proses pembuatan biochar dan pemanfaatannya sebagai media bioadsorben dalam pengolahan air,” kata Hasrul.
Menurut dia, pemanfaatan limbah biomassa dapat memberikan nilai tambah terhadap bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Limbah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi material yang memiliki fungsi dalam teknologi pengolahan air.
Selain pembuatan biochar, warga diperkenalkan dengan SINTAS sebagai teknologi pengolahan air sederhana. Mitra dan warga mendapatkan pelatihan mengenai fungsi unit, media filtrasi, penggunaan media bioadsorben, pengoperasian, hingga perawatan.
“Pendampingan dilakukan agar penerapan teknologi tidak berhenti pada pemasangan atau penyerahan alat. Mitra dan warga diharapkan memiliki kemampuan untuk mengoperasikan dan melakukan perawatan sederhana sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Efektivitas pelatihan dievaluasi melalui kuesioner terhadap 30 peserta dengan 20 butir pertanyaan. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai peserta meningkat dari 51 persen pada pre-test menjadi 83 persen pada post-test. Sebanyak 29 dari 30 peserta atau 96,67 persen mengalami peningkatan hasil evaluasi.
PENGETAHUAN BARU
Ketua Kader Posyandu Melati Citra, Mila Susanti, mengapresiasi program tersebut. Menurut dia, kegiatan memberikan pengetahuan baru sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
“Kami sangat senang dan mengapresiasi kegiatan ini. Selain menambah ilmu tentang manfaat air bersih, kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi antara dosen, mahasiswa Unila dengan masyarakat Dusun Citerep,” kata Mila.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan unit filtrasi yang diberikan melalui program tersebut. Menurut Mila, alat tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses pengelolaan air yang lebih baik.
“Terima kasih atas bantuan alat filtrasi di dusun kami yang insyaallah sangat berguna bagi masyarakat Dusun Citerep. Harapan kami, dengan adanya alat ini dapat mendukung upaya meminimalisir angka penurunan stunting di dusun kami, karena masalah air bersih sangat penting dan berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi dan balita,” ujarnya.
Pelaksanaan program mendapat dukungan Kepala Dusun Citerep Herman Efendi. Dukungan mitra dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan teknologi yang diperkenalkan dapat terus digunakan setelah program pengabdian berakhir.
Tim pengabdian berharap warga tidak hanya memahami pemanfaatan limbah biomassa dan pengelolaan air, tetapi juga mampu membuat biochar serta mengoperasikan dan merawat teknologi SINTAS secara mandiri.
Program tersebut didanai melalui Hibah BIMA Kemdiktisaintek 2026 dan mendapat dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. (E-2)


















































