Proses evakuasi korban.(Dok Humas Basarnas Labuan Bajo)
TIM SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang mengalami kecelakaan saat melakukan pendakian di kawasan wisata Puncak Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8).
Korban yang diketahui bernama Zhuotao Wu alias Joton dilaporkan terjatuh dan tidak sadarkan diri setelah tergelincir di jalur trekking. Insiden ini terjadi sesaat setelah korban mencapai puncak dan sempat mengabadikan momen dengan berfoto.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai kondisi membahayakan manusia di koordinat 08°40'51.80"S–119°33'27.12"E. Lokasi tersebut berjarak sekitar 24 nautical mile dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
"Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos SAR Manggarai Barat segera berkoordinasi dengan potensi SAR di wilayah Labuan Bajo untuk melakukan penyelamatan," ujar Fathur.
Proses Evakuasi Medis
Sebanyak empat personel Rescue dari Pos SAR Manggarai Barat dikerahkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 500 PK. Tim SAR Gabungan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 12.25 Wita dan langsung memberikan penanganan awal sebelum mengevakuasi korban ke atas kapal.
Setibanya di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, korban yang masih dalam kondisi memerlukan perawatan intensif langsung dijemput oleh ambulans Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Labuan Bajo. Korban kemudian dilarikan ke RS Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Operasi penyelamatan ini melibatkan sinergi berbagai unsur, di antaranya:
- Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat
- Lanal Labuan Bajo
- Polairud Polda NTT
- Polres Manggarai Barat
- KSOP Labuan Bajo
Imbauan Keselamatan Wisatawan
Atas kejadian ini, Fathur Rahman mengimbau kepada seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas wisata alam, terutama pendakian.
"Kami meminta seluruh wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi medan, menjaga keselamatan diri, serta mematuhi arahan petugas di lokasi wisata. Jalur pendakian seringkali memiliki medan yang terjal dan berisiko tinggi jika tidak berhati-hati," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap terkait usia korban masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang, sementara korban telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. (I-2)


















































