Proses evakuasi korban KM Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8) oleh tim SAR Gabungan(Dok. TIM SAR)
TIM SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian dan penanganan korban pasca-insiden terbakarnya kapal penumpang KM Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8) pagi pukul 04.15 WITA. Kepala Basarnas Lombok Muhammad Haryadi menjelaskan proses evakuasi terus berlangsung.
"Sejauh ada pengaduan dari pihak keluarga, maka SAR Lombok dibantu SAR Denpasar akan terus melakukan pencarian. Hingga saat ini, operasi SAR masih terus berlangsung," ujarnya, Rabu (12/8).
Berdasarkan data sementara yang terkonfirmasi di Posko SAR, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 173 orang. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara 1 orang dilaporkan meninggal dunia. Dalam mengoptimalkan proses pencarian dan evakuasi, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai alat utama (alut) yaitu KN SAR 220 Mataram dan KN SAR Arjuna, Helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, serta Kapal Yacht "No Comment" dan "Still Here", Speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB).
Ia juga menepis terjadi perbedaan data jumlah penumpang KM Putri Yasmin yang dievakuasi. Perbedaan tersebut, kata dia, terjadi karena proses evakuasi dilakukan oleh beberapa alut atau armada. Ada penumpang yang dievakuasi ke Lombok dan ada yang dievakuasi ke Padangbai Bali. Data tersebut masih terus dicocokkan.
"Misalnya kondisi yang terjadi hari ini, kapal Basarnas Lembar evakuasi 68 orang. Kapal yang diberangkatkan dari Mataram mengevakuasi 59 orang. Kapal TNI AL evakuasi 18 orang. Kemudian ada 2 kapal penumpang yang sedang melintas mengevakuasi sebanyak 35 orang. Ada juga 2 kapal Yacht yang sedang melintas juga mengevakuasi lebih dari 50 orang sehingga total penumpang yang sudah teridentifikasi sebanyak 212 orang. Itu pun belum diketahui beberapa kapal lain yang juga melakukan evakuasi," papar dia.
Ia menambahkan unsur yang terlibat dari Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, SGi Air Bali dengan dukungan Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB dan Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, KMP PortLink II, KMP Parama Kalyani serta awak kapal yacht, tim medis, masyarakat setempat dan instansi terkait lainnya.
Hariyadi menegaskan bahwa tim SAR gabungan di lapangan masih berada dalam status siaga penuh. Fokus utama saat ini, kata dia, memastikan seluruh korban KM Putri Yasmin, penumpang maupun kru kapal, mendapatkan penanganan medis dan evakuasi yang cepat serta optimal. Hariyadi menambahkan, pihaknya akan terus memperbarui data secara berkala seiring dengan perkembangan proses pencarian dan evakuasi di lapangan.
"Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya korban lain yang mungkin belum dievakuasi. Kami juga berkoordinasi secara intensif dengan seluruh unsur terkait guna mempercepat proses penanganan darurat ini," ujar Muhamad Hariyadi dalam keterangan resminya. (H-4)


















































