Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan kesiapan finansial kontingen Indonesia menjelang Asian Games 2026.(Dok. Istimewa)
KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan kesiapan finansial kontingen Indonesia menjelang Asian Games 2026. Pemerintah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp95 miliar untuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), yang membawa total dana persiapan atlet menjadi Rp222 miliar.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan bahwa angka tersebut sudah final dan tidak akan ada perubahan lagi mengingat pelaksanaan ajang olahraga terbesar di Asia tersebut tinggal menyisakan waktu sekitar satu bulan. Selain dana pelatnas, pemerintah juga telah menyiapkan dana terpisah sebesar Rp61 miliar untuk pengiriman kontingen.
"Enggak, sudah final. Ini kan tinggal satu bulan. Jadi, persiapan-persiapan cabor yang selama ini mungkin sudah jalan, mereka ragu-ragu, ya kembali kita bantu," ujar Erick Thohir kepada awak media di Jakarta, Rabu (12/8).
Erick menegaskan bahwa birokrasi pencairan dana akan dilakukan secara efisien. Proses pencairan diharapkan tuntas dalam satu hingga dua hari ke depan, atau paling lambat pada pekan depan. Ia menjamin tidak akan ada dana yang tertahan di internal kementerian.
Sebelum mencapai angka Rp222 miliar, anggaran pelatnas awalnya dialokasikan sebesar Rp81 miliar. Jumlah tersebut kemudian naik menjadi Rp127 miliar setelah dilakukan penyisiran anggaran, sebelum akhirnya ditambah lagi sebesar Rp95 miliar oleh pemerintah pusat.
Menpora juga memberikan peringatan keras kepada pengurus cabang olahraga (cabor) agar tidak menyalahgunakan dana tersebut. Ia meminta para atlet untuk berani melapor jika terjadi pemotongan hak atau anggaran oleh pihak cabor.
"Kalau nanti para atlet ada yang disunat-sunat sama cabor, lapor kita. Ya, kita periksa nanti pakai BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," tegasnya.
Target Emas dan Sistem KPI
Mengenai target prestasi, pemerintah mematok minimal empat medali emas pada Asian Games 2026. Fokus utama tumpuan medali berada pada cabang olahraga bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing. Namun, Erick tidak menutup kemungkinan adanya kejutan dari cabang olahraga lain.
"Empat targetnya, ya ada dari bulu tangkis, dari angkat besi, panjat tebing, dan mungkin cabang-cabang olahraga lainnya yang potensinya perak siapa tahu kepleset jadi emas," tambah Erick.
Untuk memastikan efektivitas penggunaan dana, Kemenpora kini menerapkan sistem Key Performance Indicator (KPI) yang ketat. Pendanaan tidak lagi diberikan secara merata, melainkan berbasis pada target spesifik yang disesuaikan dengan nomor pertandingan dan potensi atlet masing-masing.
"Cabornya apa, nomornya apa, atletnya siapa. Jadi ini benar-benar targeted," pungkasnya. (Ndf/I-1)

















































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7336618/original/055797600_1780120424-20260530_105918.jpg)
