Bantu Korban Gempa, Tim Solidaritas Kemanusiaan Mulai Bergerak di NTT

14 hours ago 3
Bantu Korban Gempa, Tim Solidaritas Kemanusiaan Mulai Bergerak di NTT Tim Bantuan Kemanusian tiba di Manggarai langsung bergerak ke NTT.(Dok Diskominfo Lombok)

MATARAM, Tim Solidaritas Kemanusiaan KR-BNN (Kerjasama Regional Bali, NTB dan NTT) untuk korban gempa telah tiba di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pagi hari, Selasa, 18 Agustus, seluruh tim dari NTB telah berkumpul di Markas Polres Manggarai Barat. Pemeriksaan personel dan kelengkapan peralatan dilakukan, dilanjutkan koordinasi pembagian tugas bersama Tim Pemprov NTT.

Tim ini terus bergerak setelah dilepas Gubernur NTB di halaman Kantor BPBD NTB Minggu (26/08). Tim menempuh perjalanan darat menuju Pelabuhan Sape, Bima, sebelum menyeberang menuju Labuan Bajo, NTT.

Karena keterbatasan kapasitas kapal, penyeberangan dilakukan dalam dua tahap. Rombongan pertama bertolak sekitar pukul 21.00 Wita, disusul rombongan kedua pada pukul 23.00 Wita. 

Malam itu juga tim menyeberangi laut membawa personel, perlengkapan medis, kebutuhan dapur umum, serta bantuan logistik untuk korban terdampak gempa.

Posko utama Tim NTB akan ditempatkan di Manggarai Timur. Di wilayah tersebut, tim akan mendirikan rumah sakit lapangan dan dapur umum untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat terdampak dan warga di pengungsian.

Tim kesehatan menjadi kelompok yang bergerak lebih dahulu menuju wilayah terdampak. Tenaga medis disebar untuk memperkuat pelayanan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas, selain personel yang disiapkan untuk rumah sakit lapangan di Manggarai Timur. Tim dapur umum juga telah bergerak menuju pusat pengungsian.

Sementara itu, tim logistik melakukan penurunan bantuan di Posko Manggarai Barat berupa air minum, beras, mi instan, dan berbagai kebutuhan lainnya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Manggarai Timur.

Seluruh bantuan logistik dikoordinasikan melalui Tim Tanggap Darurat Gempa NTT yang dikoordinasikan BPBD NTT. Langkah ini dilakukan agar bantuan terdistribusi sesuai kebutuhan, tepat sasaran, serta menghindari penumpukan atau bantuan ganda pada lokasi tertentu.

Perjalanan panjang dari NTB menuju NTT kini memasuki bagian terpentingnya, bekerja di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Sebagaimana diketahui, Pemprov NTB mengirimkan bantuan berupa logistik dan tim tanggap darurat untuk korban gempa yang terjadi NTT.

Pengiriman bantuan ini bertujuan untuk membantu proses penanganan darurat, pelayanan kesehatan, penjangkauan psikososial, serta penyaluran logistik dan peralatan medis di lokasi terdampak.

Pelepasan armada logistik dan tim tanggap bencana tersebut dipimpin Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Minggu (16/08).

Gubernur NTB Iqbal mengatakan, pengiriman bantuan logistik dan tim kemanusiaan ini merupakan bentuk empati terhadap musibah yang dialami masyarakat NTT.

Menurut Iqbal, sejak terjadi gempa di NTT, Pemprov NTB langsung menyiagakan sekitar 30 armada kendaraan yang didukung anggaran operasional dan logistik.

“Kurang dari 24 jam sejak terjadi gempa tim kita sudah siap,” katanya.

Kesiapan tersebut menunjukkan bahwa NTB tidak saja telah siap membantu korban gempa bumi di NTT, “Kesiapan ini juga membuktikan bahwa kita NTB memiliki kesiapsiagaan dalam hal menangani bencana,” katanya.

Gubernur Iqbal menjelaskan, untuk bantuan logistik terutama bahan makanan pokok disiapkan di Bima dengan alasan untuk efisiensi biaya distribusi.

Kebijakan tersebut juga dilakukan oleh daerah lain yang juga ikut membantu korban gempa NTT. Salah satunya Pemerintah Provinsi Bali yang menyiapkan logistik di Bima. Selanjutnya bantuan dibawa kapal khusus untuk selanjutnya didistribusikan di NTT.

“Sebagian besar logistik berupa makanan kita siapkan di Bima agar efisien. Sementara bantan yang disiapkan di Mataram berupa obat-obatan yang merupakan hasil sumbangan dari sejumlah pihak,” katanya.

Selain logistik, Pemprov NTB juga mengirim alat berat dan kendaraan untuk membantu membersihkan puing puing reruntuhan sekaligus untuk membuka akses jalan yang terputus.

Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan melalui sejumlah posko, terutama di wilayah Labuan Bajo dan Ende. Bantuan tersebut akan difokuskan untuk daerah daerah yang mengalami kerusakan paling parah, seperti di wilayah Manggarai.

Pengalaman gempa 2018 di Lombok telah memberikan gambaran apa saja yang harus dilakukan. Seperti menangani pemukiman yang rusak termasuk bagaimana menangani masyarakat dari trauma, terutama anak-anak.

Bantuan makanan minuman diantaranya, susu, sarden, abon, mie instan, pembalut, terpal, tenda, serta paket obat/kesehatan lengkap.

Dinas Kesehatan Provinsi NTB memberikan bantuan berupa emergency kit type A 37 unit, ibu hamil kit 20 unit, PUS Kit 16 unit, bayi baru lahir kit 20 unit, ibu bersalin kit 16 unit, personal hygiene kit 110 unit, family kit 23 unit, tenda pelayanan kesehatan 2 unit, tenda posko 2 unit, veltbed 10 unit, meja dan kursi lipat.

Selain itu, PMI Provinsi NTB menyerahkan bantuan hygiene kit, terpal, matras, dan selimut. Poltekkes Kemenkes Mataram berupa popok bayi, pembalut wanita, pakaian dalam, biskuit/regal, dan mi instan.

Dari Bank Mandiri juga menyerahkan bantuan senilai Rp 100 juta berupa susu, pampers bayi, mi instan, minyak goreng, gula pasir, air mineral, tenda, selimut, tikar, dan matras.

Bantuan juga diberikan Dinas Ketahanan Pangan yakni cadangan beras Pemprov NTB sebanyak 21 ton; Bulog 3 ton beras; AMNT 10 ton beras dan selimut; PT Narmada Awet Muda berupa air mineral gelas.

Khusus dari BPBD Provinsi NTB mengirim 125 paket sembako, tikar 100 lembar, air mineral 175 dus mi instan, paket pangan, terpal, dan tikar.

Sementara untuk bantuan personil sebanyak 79 orang. Khusus tim medis terdiri dari dokter spesialis, dokter,  perawat, bidan, apoteker, dan psikolog sebanyak 60 orang. 

Tim medis ini berasal dari Dinas Kesehatan NTB, RSU Lingkup Provinsi NTB sebanyak 53 orang, RS Unram 13 orang dan 4 orang dari Dinas Kesehatan Kota Mataram. Sementara personel tanggap darurat di luar tim medis berasal dari BPBD NTB, PUPRPKP NTB dan Dinas Sosial P3A NTB.

Sementara armada kendaraan sebanyak 30 unit berupa mobil rescue, navara, hiace, ambulans, dapur umum, truk, eskavator, dan innova. (YR/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |