Baru Tembus 102.900 Unit, Penyaluran FLPP 2026 Dikejar

6 hours ago 3
Baru Tembus 102.900 Unit, Penyaluran FLPP 2026 Dikejar Menteri PKP, Maruarar Sirait dan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.(Dok. BP Tapera)

PENYALURAN Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2026 masih menghadapi tantangan. Hingga 16 Juli 2026, realisasi KPR subsidi baru mencapai 102.900 unit, sementara pemerintah menargetkan penyaluran tahun ini mampu melampaui capaian 2025 yang mencapai lebih dari 278.000 unit.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, memasuki pertengahan tahun, BP Tapera harus mempercepat penyaluran agar tidak tertinggal dari pencapaian tahun sebelumnya.

"Per hari ini 102.900 unit. Ini sudah bulan Juli. Jadi BP Tapera punya tantangan berat untuk bisa melewati tahun lalu," kata Maruarar saat meresmikan kantor baru BP Tapera di Gedung Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Kamis (16/7).

Menurut Maruarar, program FLPP telah berjalan sejak 2010. Hingga 2023, realisasi penyaluran tertinggi tercatat sekitar 229.000 unit, sebelum melonjak menjadi lebih dari 278.000 unit pada 2025.

"Sampai 2023, penyaluran terbesar 229.000 unit. Baru satu tahun Presiden Prabowo menjabat, terjadi lompatan menjadi 278.000 unit pada 2025," ujarnya.

Untuk mengejar capaian tersebut, pemerintah akan kembali menggelar rapat Komite Tapera pada 23 Juli 2026 guna mengevaluasi kesiapan BP Tapera dalam mempercepat penyaluran rumah subsidi.

"Kalau tidak siap, kita sudah rapat dan akan rapat lagi minggu depan. Saya minta betul-betul disiapkan. Kantornya saya lihat bagus, jadi saya berharap kinerjanya lebih bagus," tegasnya.

Maruarar juga meminta seluruh jajaran BP Tapera bekerja lebih keras dan terus melakukan terobosan tanpa mengabaikan tata kelola yang baik.

"Ini bukan waktunya kita santai-santai. Ini waktunya bekerja keras, membuat terobosan sesuai tata kelola," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Maruarar meresmikan kantor baru BP Tapera yang kini berlokasi di Gedung Graha Mandiri Lantai 5, Jalan Imam Bonjol No. 61, Jakarta Pusat. Menurutnya, perpindahan kantor harus menjadi momentum untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan, BP Tapera memegang peran strategis dalam mendukung Program 3 Juta Rumah melalui pengelolaan dan penyaluran dana FLPP. Karena itu, lembaga tersebut diharapkan semakin kredibel dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, serta mampu memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan perpindahan kantor bukan sekadar perubahan lokasi kerja, melainkan bagian dari strategi memperkuat kinerja organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun mitra kerja.

"Kami ingin memastikan setiap proses penyaluran pembiayaan perumahan berjalan semakin cepat, transparan, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Heru.

Ia mengungkapkan, hingga 15 Juli 2026, realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP telah mencapai 101.978 unitdengan nilai pembiayaan sebesar Rp12,67 triliun. Selain itu, terdapat 25.599 unit yang masih berada dalam berbagai tahapan proses, mulai dari pembangunan, persetujuan kredit, hingga akad kredit yang belum dicairkan.

Menurut Heru, capaian tersebut menunjukkan kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, bank penyalur, dan pengembang terus berjalan dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pihaknya optimistis target penyaluran FLPP 2026 dapat tercapai melalui penguatan kerja sama dengan seluruh mitra.

Sebagai bagian dari upaya percepatan tersebut, BP Tapera bersama Kementerian PKP tengah mempersiapkan akad massal dan serah terima kunci sekitar 62.530 unit KPR Sejahtera FLPP yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026 di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan itu akan melibatkan sekitar 200 debitur yang hadir langsung di lokasi dan 62.330 debitur secara daring dari 36 provinsi melalui 43 bank penyalur KPR Sejahtera FLPP.

Akad massal tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah percepatan penyaluran rumah subsidi sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah, perbankan, dan pengembang dalam mendukung target Program 3 Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |