Arkeolog Akhirnya Ungkap Identitas Astronom Maya Kuno Pertama, Namanya Tersembunyi 1.200 Tahun

5 hours ago 3
Arkeolog Akhirnya Ungkap Identitas Astronom Maya Kuno Pertama, Namanya Tersembunyi 1.200 Tahun Ilustrasi arkeolog.(Pixabay)

UNTUK pertama kalinya, para arkeolog berhasil mengungkap identitas seorang astronom dan matematikawan dari peradaban Maya kuno yang hidup lebih dari 1.200 tahun lalu. Penemuan ini berasal dari situs arkeologi Xultun di Guatemala dan menjadi tonggak penting karena mengaitkan pencapaian ilmiah bangsa Maya dengan sosok individu yang namanya dapat diidentifikasi. 

Nama yang Tersembunyi Selama Berabad-abad

Astronom tersebut diketahui bernama Sak Tahn Waax, yang hidup sekitar tahun 781 Masehi. Namanya ditemukan melalui analisis prasasti hieroglif yang menghiasi dinding sebuah ruangan di kompleks Xultun. Ruangan itu sebelumnya dikenal sebagai tempat ditemukannya tabel astronomi Maya tertua yang masih bertahan hingga kini.

Selama ini, peradaban Maya dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang astronomi, matematika, dan penyusunan kalender. Namun, para ilmuwan yang berada di balik berbagai pencapaian tersebut hampir selalu anonim. Penemuan nama Sak Tahn Waax menjadi pertama kalinya seorang ilmuwan Maya dapat diidentifikasi secara langsung. 

Ahli Pergerakan Venus dan Mars

Berdasarkan isi prasasti, Sak Tahn Waax mempelajari pergerakan planet Venus dan Mars serta melakukan perhitungan kalender yang sangat kompleks. Pengamatannya membantu menyusun siklus waktu yang digunakan masyarakat Maya untuk berbagai keperluan, mulai dari pertanian, kegiatan keagamaan, hingga pemerintahan.

Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa astronomi Maya bukan sekadar pengamatan langit, melainkan ilmu yang dipadukan dengan matematika presisi tinggi dan sistem penanggalan yang maju untuk zamannya. 

Mengubah Cara Pandang tentang Ilmu Pengetahuan Maya

Para peneliti menilai penemuan ini memberikan perspektif baru mengenai tradisi ilmiah masyarakat Maya. Selama berabad-abad, pencapaian astronomi mereka dipandang sebagai hasil kolektif tanpa diketahui siapa penyusunnya. Kini, keberadaan Sak Tahn Waax membuktikan bahwa para ilmuwan Maya juga memperoleh pengakuan atas karya intelektual mereka.

Temuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengetahuan ilmiah di dunia Maya diwariskan dan dikembangkan oleh individu-individu yang memiliki keahlian khusus. Dengan terungkapnya identitas Sak Tahn Waax, para arkeolog berharap penelitian terhadap prasasti dan mural Maya lainnya dapat mengungkap lebih banyak tokoh ilmuwan yang selama ini tersembunyi dalam sejarah. (Sumber: Times of India/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |