Suriah Gagalkan Penyelundupan Senjata Canggih Iran untuk Hizbullah

5 hours ago 3
Suriah Gagalkan Penyelundupan Senjata Canggih Iran untuk Hizbullah Ilustrasi.(Magnific)

PEMERINTAH baru Suriah berhasil menggagalkan operasi penyelundupan senjata besar-besaran yang ditujukan untuk milisi Hizbullah. Langkah tegas Damaskus ini terjadi di tengah momentum krusial saat tekanan internasional terhadap kelompok dukungan Iran tersebut terus meningkat.

Kementerian Dalam Negeri Suriah melaporkan pada Kamis (16/7/2026) bahwa unit keamanan khusus mereka mencegat pengiriman senjata canggih di dekat perbatasan Suriah-Irak. Berdasarkan laporan kantor berita resmi Suriah, SANA, operasi ini berhasil mengamankan berbagai persenjataan mematikan sebelum sempat memasuki wilayah Libanon.

Detail Persenjataan yang Disita

Operasi tersebut dilakukan setelah unit keamanan mendeteksi kendaraan mencurigakan yang terparkir di area perbatasan yang sulit diamankan. Dalam penggeledahan, petugas menemukan simpanan senjata yang mencakup:

  • Rudal jarak jauh
  • Rudal anti-tank berpemandu (ATGM)
  • Drone tempur

"Investigasi awal menunjukkan bahwa pengiriman tersebut dimaksudkan untuk transit melalui wilayah Suriah sebelum dikirim ke milisi teroris Hizbullah di Libanon," tulis laporan SANA. Otoritas Suriah kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk membongkar jaringan penyelundupan yang terlibat.

Perubahan Geopolitik Pasca-Assad

Tindakan keras ini menandai perubahan drastis dalam kebijakan luar negeri Suriah. Di bawah rezim Bashar al-Assad sebelumnya, Hizbullah dan Damaskus adalah sekutu dekat yang didukung oleh Iran. Namun, pemerintahan baru yang berkuasa setelah jatuhnya Assad menunjukkan sikap yang sangat berbeda terhadap jaringan pro-Iran.

Para pemberontak Suriah yang kini memegang kendali memiliki sejarah permusuhan panjang dengan Hizbullah, yang mengirim ribuan pejuang untuk membela Assad selama perang saudara. Kini, Damaskus menegaskan bahwa kedaulatan nasional adalah prioritas utama dan tidak akan membiarkan wilayahnya menjadi jalur transit senjata yang mengancam keamanan negara tetangga.

Kaitan dengan Diplomasi Donald Trump

Langkah Suriah ini bertepatan dengan upaya diplomatik Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump. Trump dalam wawancara terbaru dengan Fox News mengisyaratkan bahwa Suriah dapat memainkan peran kunci dalam mendukung operasi melawan Hizbullah guna membawa perdamaian di Libanon.

Saat ini, pembicaraan trilateral antara AS, Israel, dan Libanon sedang berlangsung dengan tujuan memperluas kendali pasukan pemerintah Libanon ke zona percontohan di Libanon selatan, yang mengharuskan penarikan mundur kekuatan Hizbullah. Israel malah menyatakan tidak akan menarik pasukannya sampai ada kemajuan nyata dalam pembersihan pengaruh milisi tersebut.

Analisis Rute: Senjata untuk Hizbullah biasanya mengalir dari Iran melalui Al-Qa’im di Irak, melintasi Al-Bukamal di Suriah, dan menyusuri Lembah Sungai Eufrat. Keberhasilan pencegatan di perbatasan Irak menunjukkan efektivitas unit keamanan baru Suriah, yang beberapa di antaranya diduga melibatkan personel yang pernah dilatih oleh AS di garnisun Tanf.

Kementerian Dalam Negeri Suriah menegaskan komitmennya untuk terus memantau perbatasan dan membongkar setiap upaya yang menjadikan Suriah sebagai pangkalan atau jalur logistik bagi kegiatan milisi bersenjata. (Jerusalem Post/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |