Gelombang tinggi mulai kembali terasa di Pantai Surumanis, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Srlass (18/8) (MI/Akhmad Safuan)
BMKG memprakirakan potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan Jawa Tengah, meliputi wilayah Cilacap, Kebumen, hingga Purworejo. Kondisi yang berisiko bagi keselamatan pelayaran ini diperkirakan berlangsung hingga Jumat (21/8).
Prakirawan BMKG Stasiun Tunggul Wulung Cilacap, Adnan Dendy, mengingatkan para pelaku aktivitas bahari untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Waspada terhadap gelombang tinggi di perairan selatan ini, cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan dan tongkang saat kecepatan angin di atas 15 knot," ujar Adnan Dendy.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di perairan utara Jawa Tengah. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, menyampaikan bahwa ketinggian gelombang berada di kisaran 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa titik, seperti Karimunjawa bagian barat dan timur, Jepara, serta Pati-Rembang. Adapun wilayah perairan utara lainnya berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.
Retna menambahkan bahwa fenomena air laut pasang (rob) di perairan utara telah mereda dengan ketinggian maksimum 0,8 meter pada pukul 05.00–06.00 WIB. Meski demikian, genangan banjir di kawasan pesisir Pantura, seperti Pekalongan dan Demak, belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Pola angin di kawasan timur Jawa Tengah bertiup dari arah timur laut ke tenggara dengan kecepatan 2 hingga 20 knot. Kondisi ini dinilai berisiko bagi kapal nelayan saat kecepatan angin melampaui 15 knot, serta kapal tongkang jika angin menembus lebih dari 16 knot.
Potensi Hujan Ringan di Tengah Kemarau
Di sisi lain, BMKG juga mencatat adanya potensi hujan di sejumlah wilayah daratan. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, mengungkapkan bahwa meski musim kemarau masih berlangsung, hujan ringan berpeluang turun di enam daerah, khususnya di kawasan pegunungan dan dataran tinggi.
Cuaca pada pagi hingga siang hari umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan diprakirakan turun di Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kajen, Slawi, dan Bumiayu. Fenomena ini turut membuat suhu udara di wilayah tersebut sedikit menghangat. Sementara itu, daerah lain di Jawa Tengah diprediksi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.
Secara umum, angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10 hingga 35 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 16 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 45 hingga 95 persen.
"Waspadai angin kencang juga kebakaran hutan dan lahan," imbau Agus Triyono. (Z-2)


















































