Ilustrasi(Dok Istimewa)
MENGENALKAN emosi sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membantu anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Anak tidak hanya perlu belajar mengenal angka dan huruf, tetapi juga perlu memahami apa yang sedang dirasakan, mampu mengungkapkan emosi, dan belajar menenangkan diri ketika menghadapi emosi yang kuat.
Hal tersebut menjadi perhatian tim dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Cirebon melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di TK Mutiara Bangsa, Kota Cirebon, bekerja sama dengan Puskesmas Sitopeng. Kegiatan pendidikan emosi dasar ini melibatkan guru PAUD dan orang tua sebagai pihak yang memiliki peran penting dalam memberikan stimulasi sosial emosional anak, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Ketua Tim PKM, Zaitun, menjelaskan bahwa pendidikan emosi perlu dikenalkan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
“Anak perlu dibantu untuk mengenali apa yang sedang dirasakannya. Ketika anak mulai mampu mengatakan bahwa dirinya sedang marah, sedih, takut, senang, atau bangga, orang dewasa akan lebih mudah membantu anak memahami dan mengelola emosinya,” kata Zaitun, Rabu (11/8).
Dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan media cerita bergambar yang dirancang untuk membantu anak mengenali berbagai emosi dasar melalui tokoh, gambar, ekspresi wajah, dan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran dilengkapi dengan kartu emosi dan poster edukasi. Anak diajak mengamati gambar, menyebutkan jenis emosi, menirukan ekspresi, serta menghubungkan cerita dengan pengalaman yang pernah mereka alami.
Salah satu kegiatan yang diperkenalkan adalah teknik regulasi emosi sederhana yakni Cium Bunga–Tiup Lilin. Anak diajak menarik napas perlahan seolah-olah sedang mencium bunga, kemudian menghembuskannya seperti meniup lilin.
Teknik tersebut dikemas dalam bentuk permainan agar mudah dipahami dan dapat dipraktikkan kembali ketika anak merasa marah, sedih, takut, atau mengalami kondisi emosional lainnya.
Sebanyak 15 peserta yang terdiri atas guru PAUD dan orang tua mengikuti edukasi pendidikan emosi dasar. Untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta, tim melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test.
"Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai peserta meningkat dari 76,55 sebelum edukasi menjadi 96,87 setelah edukasi. Dengan demikian, terdapat peningkatan rata-rata sebesar 20,32 poin," ujar dia.
Selain evaluasi terhadap peserta, tim juga melakukan observasi terhadap 10 anak usia prasekolah selama implementasi media. Hasil observasi menunjukkan bahwa anak mampu mengenali dan mengekspresikan emosi, sementara kemampuan regulasi emosi masih memerlukan stimulasi dan pendampingan secara berkelanjutan.
Media cerita bergambar yang digunakan dalam kegiatan juga telah melalui proses validasi oleh ahli dan memperoleh nilai 97,92 persen, dengan kategori sangat layak.
Tim pengabdian menilai pendidikan emosi tidak cukup dilakukan hanya dalam satu kegiatan. Pembiasaan perlu dilanjutkan secara konsisten oleh guru di sekolah dan orang tua di rumah.
Guru dapat memasukkan pengenalan emosi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, sedangkan orang tua dapat melanjutkan pembiasaan melalui percakapan sederhana bersama anak.
Anggota Tim PKM, Ayu Yuliani, mengatakan media yang dikembangkan dirancang agar dapat digunakan kembali setelah kegiatan selesai.
“Harapannya, media ini tidak hanya digunakan saat kegiatan pengabdian. Guru dan orang tua dapat menggunakannya kembali ketika mendampingi anak menghadapi berbagai situasi emosional dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya promotif dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak usia dini sekaligus memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan, satuan PAUD, guru, dan keluarga.
Tim berharap media cerita bergambar, kartu emosi, poster edukasi, dan teknik Cium Bunga–Tiup Lilin dapat terus dimanfaatkan oleh mitra dan dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak anak usia dini di lingkungan lainnya. (H-2)

















































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7336618/original/055797600_1780120424-20260530_105918.jpg)
