Cyber Breaker Competition Season 3 Diikuti 916 Peserta, Perkuat Ekosistem Talenta Keamanan Siber

4 hours ago 1
Cyber Breaker Competition Season 3 Diikuti 916 Peserta, Perkuat Ekosistem Talenta Keamanan Siber Perwakilan pemerintah dan perusahaan keamanan siber menghadiri Grand Final Cyber Breaker Competition Season 3 .(Dok.Istimewa)

KOMPETISI keamanan siber Cyber Breaker Competition Season 3 mencatat lonjakan peserta yang signifikan. Sebanyak 916 peserta yang tergabung dalam 458 tim ambil bagian dalam ajang yang digelar Peris.ai Cybersecurity bersama RRQ. Grand final kompetisi berlangsung di Garuda Spark Innovation Hub, fX Sudirman, Jakarta, Sabtu (11/7).

Jumlah peserta pada musim ketiga meningkat tajam dibandingkan Season 1 yang hanya diikuti 137 peserta dan Season 2 sebanyak 616 peserta. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat generasi muda terhadap bidang keamanan siber sekaligus kebutuhan industri terhadap talenta digital yang kompeten.

CEO sekaligus Co-Founder Peris.ai Cybersecurity, David Samuel, mengatakan pertumbuhan peserta pada musim ketiga mencapai lebih dari 350% dibandingkan penyelenggaraan awal.

"Angka ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap cybersecurity terus meningkat setiap season. Cyber Breaker hadir bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran, komunitas, dan pengembangan talenta keamanan siber Indonesia," kata David.

Menurut dia, Cyber Breaker telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem keamanan siber nasional. Saat ini lebih dari 1.500 talenta telah terhubung dalam ekosistem yang dibangun Peris.ai untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang keamanan siber.

David menambahkan, peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang mewakili enam regional, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan hingga wilayah lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi talenta keamanan siber tersebar luas dan membutuhkan ruang pengembangan yang lebih besar.

"Yang dibutuhkan adalah ruang, akses, dan ekosistem yang mampu menghubungkan kebutuhan industri, pemerintah, dan komunitas sehingga talenta dapat berkembang secara legal, terarah, dan bertanggung jawab," ujarnya.

Setelah melewati babak penyisihan secara daring, delapan tim terbaik melaju ke fase liga dan playoff. Dari tahapan tersebut, tiga tim terbaik bertanding pada babak final secara luring melalui Lower Bracket Final dan Grand Final untuk memperebutkan gelar juara Cyber Breaker Competition Season 3.

Kompetisi ini menggabungkan konsep live hacking battle, edukasi publik, competitive storytelling, serta pengalaman pertandingan bergaya esports. Pendekatan tersebut dirancang agar keamanan siber yang selama ini identik dengan bidang teknis dapat dipahami masyarakat luas, terutama generasi digital.

PLATFORM PENGEMBANGAN TALENTA
Chief Technology Officer Peris.ai Cybersecurity, Deden Gobel, mengatakan Cyber Breaker dikembangkan sebagai platform pengembangan talenta sekaligus jalur rekrutmen bagi industri keamanan siber.

"Melalui Cyber Breaker, talenta muda memperoleh kesempatan mengasah kemampuan teknis, membangun pengalaman kompetitif, memperluas jaringan profesional, sekaligus mendapatkan eksposur di hadapan industri dan berbagai pemangku kepentingan," ujar Deden.

Dalam kompetisi tersebut peserta diuji melalui berbagai kategori tantangan seperti Web, Crypto, Pwn, dan Reverse. Seluruh tantangan menguji kemampuan analisis, strategi penyelesaian masalah, pembagian peran dalam tim, hingga pengambilan keputusan dalam situasi bertekanan.

Format live hacking juga memungkinkan penonton mengikuti jalannya pertandingan melalui penjelasan caster dan visualisasi pertandingan tanpa menampilkan informasi sensitif yang berkaitan dengan proses pengujian sistem.

KOLABORASI JADI PEMBEDA
Kolaborasi dengan organisasi esports RRQ menjadi salah satu pembeda pada penyelenggaraan tahun ini. Kehadiran RRQ diharapkan mampu mendekatkan dunia keamanan siber dengan komunitas gim dan generasi muda.

Chief Product Officer RRQ, Nurul Fikri, mengatakan kolaborasi tersebut memperkuat posisi Cyber Breaker sebagai intellectual property lokal yang menghubungkan keamanan siber, esports, edukasi, konten, komunitas, dan pengembangan talenta digital.

Selain RRQ, penyelenggaraan kompetisi juga didukung PT Satria Siber Nusantara sebagai sponsor utama. Direktur Utama PT Satria Siber Nusantara, Stepi Anriani, menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan keamanan siber nasional.

"Kami akan terus mendukung pengembangan talenta keamanan siber karena keamanan nasional harus menjadi perhatian bersama. PT Satria Siber Nusantara akan terus menjadi sponsor dalam penguatan ekosistem ini," katanya.

Direktur Utama PT Satria Siber Nusantara (SSN), Stepi Anriani, menegaskan dukungan terhadap kegiatan ini. "Kami bahkan membuka pintu tanpa tes bagi peserta yang masuk 10 besar untuk bekerja di perusahaan kami,"ujarnya.

PERWAKILAN PEMERINTAH
Grand Final Cyber Breaker Competition Season 3 turut dihadiri perwakilan pemerintah, pelaku industri, komunitas, hingga akademisi. Di antaranya Staf Ahli Bidang Kekayaan Intelektual dan Transformasi Digital Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Agustini Rahayu serta Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas. 

Kehadiran pemerintah dinilai memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan siber nasional melalui peningkatan literasi digital, pengembangan sumber daya manusia, dan dukungan terhadap inovasi lokal.

Peris.ai menilai kebutuhan talenta keamanan siber akan terus meningkat seiring pertumbuhan industri. Nilai pasar keamanan siber Indonesia diperkirakan terus bertumbuh dari sekitar Rp22,2 triliun pada 2024 menjadi sekitar Rp52 triliun pada 2027 dan mencapai sekitar Rp65,35 triliun pada 2029. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang sekaligus tantangan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan industri nasional yang selama ini masih didominasi pemain asing. (E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |