Reza Arap(Instagram @ybrap)
REZA Oktovian, yang lebih dikenal dengan nama panggung Reza Arap, resmi menandai debutnya sebagai sutradara melalui film bertajuk Harusnya Horror. Namun, langkah perdananya di balik layar ini tidak luput dari tantangan besar, terutama dalam mengarahkan para pemeran.
Dalam acara premier yang berlangsung di Jakarta Selatan pada Kamis (13/8/2026), Reza mengungkapkan bahwa salah satu kesulitan terbesarnya adalah mengarahkan Teguh Prakoso, atau yang akrab disapa Tepe.
Menurut Reza, tim produksi bahkan harus melakukan pengambilan gambar berulang kali hanya karena kendala teknis yang unik pada diri Tepe.
"Semua teman-teman juga sudah pada nonton semua di sini ya, yang paling sulit di-direct adalah Tepe," ujar Reza Arap di hadapan awak media.
Ia menjelaskan bahwa mata Tepe sering kali berkedip secara tidak terkontrol saat sedang berbicara di depan kamera. Hal ini membuat proses syuting memakan waktu lebih lama dari yang dijadwalkan.
"Alasan pertama adalah karena dia kedip terus. Kita ngulang belasan kali cuma buat nungguin, dia kapan berhenti kedip kalau ngomong," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Tepe mengakui bahwa dirinya memang kesulitan mengontrol refleks mata serta sering merasa gugup hingga bicara terbata-bata saat berakting.
Meski demikian, Tepe memberikan pujian kepada Reza Arap atas kemampuannya mengelola sembilan anggota kelompok kreator konten AAA Clan yang terlibat dalam film ini.
Detail Produksi Film Harusnya Horror
| Judul Film | Harusnya Horror |
| Sutradara | Reza Oktovian (Reza Arap) |
| Genre | Komedi Fantasi |
| Pemeran Utama | AAA Clan (9 Anggota, termasuk Tepe) |
| Tanggal Rilis | 20 Agustus 2026 |
Penghormatan untuk Lula Lahfah
Selain membahas teknis penyutradaraan, suasana haru sempat menyelimuti acara pemutaran awal tersebut. Reza Arap secara khusus memberikan penghormatan kepada mendiang sahabatnya, Lula Lahfah, yang juga terlibat dalam proyek ini.
Reza mengaku sempat memberikan ruang atau spot khusus untuk mengenang almarhumah dalam film tersebut. Meski langkahnya itu sempat menuai kritik dari beberapa pihak, Reza menegaskan tidak akan mengubah keputusannya.
"Waktu di nonton duluan itu sempat aku ngasih satu spot khusus untuk almarhumah beliau dan itu sempat dihujat. Saya tidak peduli, saya akan tetap merayakan Lula karena ini legacy dia juga di film ini," tegasnya.
Film Harusnya Horror dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026 mendatang. (Ant/Z-1)


















































