Defisit di Bawah 3 Persen Terjaga

2 days ago 2
Defisit di Bawah 3 Persen Terjaga ilustrasi defisit APBN.(MI)

EKONOM Center of Reform on Economics (CoRE) Indonesia, Dipo Satria Ramli turut memberikan pandangannya terkait dengan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (14/8).

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menargetkan penerimaan negara bisa terkumpul Rp3.426 triliun pada tahun depan. Angka ini naik sekitar 8,6% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dipatok sebesar Rp3.153,6 triliun.

Sementara, belanja negara ditargetkan sebesar Rp4.097,2 triliun, naik dari APBN 2026 yang sebesar Rp3.842,7 triliun. Kemudian, defisit ditargetkan sebesar 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka defisit ini turun dari APBN 2026 yakni 2,68% terhadap PDB.

“Mengenai defisit, kalau dari saya sih, saya sangat merapresiasi ya pemerintah tetap komit angkanya berada di bawah 3%. Terlepas semua pro dan con, menurut saya ini adalah hal yang sangat bagus. Karena memang kita juga sempat dengar ada rumor bahwa rencana (defisit) dinaikkan ke 3,5 (persen) Dengan Pak Presiden mengkonfirmasi sekali lagi di bawah 3%, menurut saya ini sebenarnya adalah hal yang sangat baik,” kata Dipo.

Lebih jauh, dirinya menyebut bahwa belanja negara yang ditargetkan sebesar Rp4.097,2 triliun pada 2027 sebagai langkah agresif dari pemerintah. “Tadi ya kembali kita memilih pertumbuhan atau hati-hati, ini sudah jelas pertumbuhan karena Rp4.000 triliun ya, karena ini angkanya sangat fantastis, sangat agresif. Dimana di banyak negara-negara, terutama negara-negara OECD saat ini, mereka sangat-sangat berhati dalam belanja fiskal,” sebutnya.

Ia juga menyoroti belanja fiskal pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang tidak langsung seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan lainnya yang dinilai kurang efektif. Ia juga menamnahkan, pertumbuhan ekonomi 6% yang ditargetkan pemerintah untuk 2027 juga perlu diteliti lagi secara lebih lanjut. (Fal/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |