Disiplin Fiskal, Prabowo Hentikan Pengadaan Barang tanpa Koordinasi

2 days ago 3
Disiplin Fiskal, Prabowo Hentikan Pengadaan Barang tanpa Koordinasi Presiden Prabowo Subianto.(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan pentingnya disiplin fiskal yang ketat, tidak hanya pada tahap pengesahan anggaran, tetapi hingga eksekusi setiap rupiah APBN. Kepala Negara menginstruksikan penghentian penggunaan anggaran untuk pengadaan barang serupa yang dilakukan secara terpisah oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Prabowo menyoroti ketidakefisienan akibat proses pengadaan yang berulang tanpa koordinasi. Menurutnya, pengadaan dengan spesifikasi yang sama seharusnya dihimpun dalam volume besar untuk memperkuat daya tawar negara.

"Kita harus hentikan APBN digunakan membeli barang yang sama tanpa koordinasi," tegasnya.

Berdasarkan data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), konsolidasi pengadaan di tingkat pemerintah daerah telah menunjukkan hasil positif. Efisiensi tercatat mencapai 20,86 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 25,43% pada 2026. Pemerintah berencana memperluas mekanisme ini secara nasional.

Potensi penghematan dari langkah ini dinilai sangat signifikan. Dengan total belanja pengadaan mencapai sekitar Rp1.200 triliun, penerapan konsolidasi, katalog elektronik, dan perencanaan berbasis data diproyeksikan mampu menghasilkan efisiensi hingga 30%. "Efisiensinya bisa mencapai sekitar Rp360 triliun. Ini bukan angka yang kecil," ujar Prabowo.

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan memperkuat kelembagaan LKPP menjadi Badan Pengadaan Pemerintah. Lembaga ini nantinya akan mengoordinasikan kebutuhan berbagai instansi, melakukan standardisasi spesifikasi barang, dan menyatukan volume kebutuhan agar lebih efisien.

Selain konsolidasi, digitalisasi menjadi pilar utama dalam transformasi ini. Prabowo menekankan bahwa seluruh proses pengadaan harus dilakukan secara digital guna menjamin transparansi, kompetisi yang sehat, serta akuntabilitas penggunaan uang rakyat.

Presiden menutup dengan menegaskan bahwa setiap rupiah yang berhasil dihemat harus dialihkan untuk kepentingan langsung masyarakat. Anggaran tersebut akan difokuskan pada pembangunan ruang kelas, puskesmas, rumah sakit, serta peningkatan kualitas hidup rakyat secara umum. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |