Ekonom Proyeksikan IHSG Capai 6.500-7.000 pada Kuartal III 2026

10 hours ago 2
Ekonom Proyeksikan IHSG Capai 6.500-7.000 pada Kuartal III 2026 Ilustrasi(Antara)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menuju level 6.500–7.000 pada kuartal III 2026. Proyeksi tersebut disampaikan Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto dengan mempertimbangkan sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan pasar saham.

“Kisarannya, optimisnya ya mungkin antara 6.500-7.000,” ujar Rully ketika ditemui di Jakarta, Selasa (18/8).

Menurut Rully, salah satu faktor utama yang berpotensi mendorong penguatan IHSG adalah masuknya dana asing atau inflow ke pasar saham Indonesia. Namun, ia menilai aliran dana asing yang masuk hingga saat ini belum memperlihatkan peningkatan yang berarti.

“Saya rasa inflow-nya belum cukup, apalagi dengan MSCI, FTSE. Inflow-nya belum terlalu signifikan,” kata Rully.

Dengan kondisi tersebut, Rully memperkirakan penguatan IHSG pada kuartal III 2026 cenderung terbatas dan tidak akan berlangsung signifikan seperti pada periode-periode sebelumnya ketika indeks sempat berada di level 9.000.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pergerakan IHSG masih berpotensi volatil. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh perkembangan sentimen pasar yang dapat memberikan dorongan positif maupun tekanan terhadap indeks.

“Kami harapkan sih semua situasi stabil, ya. Kalau misalkan demo, selama tidak anarkis, tidak ricuh sih aman, ya. Insya Allah,” kata Rully.

Pada perdagangan Selasa, IHSG melanjutkan penguatan seiring investor mencermati perkembangan sentimen ekonomi dari dalam negeri maupun global.

IHSG dibuka naik 46,94 poin atau 0,73% ke level 6.448,83. Pada saat yang sama, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan menguat 2,83 poin atau 0,45% menjadi 635,11.

Penguatan IHSG juga melanjutkan tren positif pada perdagangan sebelumnya, Jumat (14/8). Saat itu, IHSG naik 1,59% yang antara lain dipengaruhi sentimen pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026.

Selain itu, pasar merespons Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.

Dalam pidatonya, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% pada 2027. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% dalam APBN 2026.

Pemerintah juga menargetkan realisasi investasi mencapai Rp2.322 triliun pada 2027. Angka tersebut meningkat dibandingkan target investasi pada 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun. (Ant/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |