El Nino di Banjarnegara, Warga Rogoh Rp400 Ribu untuk 500 Liter Air

1 week ago 2
El Nino di Banjarnegara, Warga Rogoh Rp400 Ribu untuk 500 Liter Air Ilustrasi(Dok BPBD Banjarnegara)

MUSIM kemarau mulai memukul kehidupan warga Dusun Romokamal, Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Saat sejumlah sumber air mengering, warga kini harus berjalan kaki hingga beberapa kilometer atau mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah hanya untuk mendapatkan air bersih.

Di wilayah Dusun Romokamal, sumber-sumber air yang selama ini menjadi tumpuan warga mulai tidak lagi mengalir. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat pun bergantung pada distribusi air bersih yang dilakukan secara berkala.

Namun, ketika bantuan air belum tiba, warga tidak memiliki banyak pilihan. Mereka harus mencari sumber air lain yang masih tersedia, menempuh perjalanan cukup jauh, hingga mengantre bersama warga lainnya.

Dusun Romokamal menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup berat akibat kekeringan. Sekitar 240 warga di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Warga di Dusun Romokamal saat ini sangat bergantung pada bantuan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan dasar. Tidak hanya untuk minum dan memasak, tetapi juga mandi, mencuci, dan berbagai keperluan rumah tangga lainnya. Ketika sumber air di sekitar permukiman mengering, warga terpaksa mencari pasokan dari tempat yang lebih jauh.

Salah seorang warga, Nuriyah, mengatakan bantuan air bersih yang datang secara berkala belum selalu mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga. Sebagian warga akhirnya memilih membeli air ketika persediaan mulai menipis.

“Kalau tidak ada dropping, ada warga yang membeli air. Harganya sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu untuk sekitar 500 liter,” ujar Nuriyah.

Biaya tersebut menjadi beban tersendiri bagi masyarakat. Sebab, kebutuhan air tidak hanya datang sekali. Selama kemarau berlangsung dan sumber air belum pulih, warga harus terus mencari cara untuk mendapatkan pasokan.

Bagi warga Dusun Romokamal, kemarau kini bukan hanya berarti sumur dan sumber air mengering. Mereka juga harus mengorbankan waktu dan mengeluarkan biaya tambahan demi memperoleh kebutuhan paling mendasar.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan BPBD bersama pihak lain telah menyalurkan jutaan liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Di Dusun Romokamal ada sekitar 240 jiwa yang terdampak cukup parah. Mereka saat ini mengandalkan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan BPBD terus melakukan distribusi air bersih, bahkan kini telah mencapai 3.198.600 liter atau dilakukan melalui 742 kali pengiriman. Bantuan tersebut menjangkau 5.466 keluarga atau 18.172 jiwa.

Aji mengatakan penyaluran air dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah yang terdampak kekeringan. “Penyaluran terus kami lakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah yang terdampak kekeringan,” katanya.

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Banjarnegara, bantuan air bersih yang bersumber dari APBD Kabupaten Banjarnegara telah menjangkau 21 desa dan enam kelurahan di 10 kecamatan. (LD/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |