Ilustrasi(Dok Istimewa)
TRANSFORMASI digital pada sektor keuangan terus mendorong perubahan pada layanan asuransi di Indonesia. Salah satu yang mulai menjadi perhatian adalah digitalisasi proses klaim yang dinilai dapat memberikan kepastian lebih cepat bagi keluarga ketika menghadapi risiko kehilangan anggota keluarga.
Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa melalui produk SalingJaga Keluarga menghadirkan sistem klaim santunan jiwa secara digital dengan proses yang diklaim lebih ringkas dan transparan. Inovasi tersebut ditujukan untuk menjawab keluhan masyarakat mengenai proses klaim asuransi yang selama ini dinilai identik dengan birokrasi panjang.
Manfaat digitalisasi tersebut dirasakan keluarga almarhumah dr Nesyana, seorang dokter yang tercatat sebagai anggota aktif SalingJaga Keluarga selama dua tahun sebelum meninggal dunia akibat kanker yang dideritanya selama enam bulan terakhir.
Setelah almarhumah berpulang, proses pengajuan hingga penyaluran santunan dapat dilakukan tanpa membebani keluarga dengan prosedur administrasi yang panjang.
Suami almarhumah sekaligus ahli waris, Asri Abidin, mengatakan proses klaim itu memberikan ketenangan bagi keluarga di tengah masa berduka. “Jujur kami bersyukur proses di SalingJaga betul-betul manusiawi, transparan, dan full online, karena pernah punya pengalaman menghadapi proses klaim yang makan waktu berbulan-bulan sampai menguras tabungan,” ujar Asri, Selasa (11/8/2026).
Menurut dia, pencairan santunan juga memberikan kepastian bagi keberlanjutan pendidikan dan kebutuhan anak-anak yang ditinggalkan. “Dengan cairnya santunan SalingJaga tanpa kendala, saya jadi punya kepastian untuk terus menyambung pendidikan dan kebutuhan anak-anak. Kebaikan dan ikhtiar almarhumah istri benar-benar terasa dampaknya sampai hari ini,” katanya.
Sebagai asuransi jiwa syariah yang mengedepankan prinsip transparansi dan tolong-menolong, SalingJaga memanfaatkan teknologi digital untuk memangkas sejumlah tahapan administrasi konvensional. Seluruh proses mulai dari pendaftaran anggota, pembayaran kontribusi Dana Tabarru’ atau dana tolong-menolong, hingga pengunggahan dokumen klaim dapat dilakukan melalui ponsel.
Transparansi pengelolaan dana tersebut juga dapat dipantau melalui halaman Dampak yang tersedia di aplikasi maupun situs resmi SalingJaga. Direktur Utama SalingJaga Eriawan Indra mengatakan kemudahan dan efisiensi klaim menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap asuransi syariah.
“Prinsip kami sederhana, saat musibah atau duka terjadi, kami harus hadir merangkul, bukan membebani. Karena itu, kami merancang sistem klaim santunan SalingJaga yang sepenuhnya digital, cepat, dan transparan. Tugas kami adalah memastikan dana tolong-menolong dari sesama anggota ini bisa langsung diterima ahli waris tanpa hambatan birokrasi,” tegas Eriawan.
Digitalisasi tersebut menunjukkan perubahan kebutuhan masyarakat terhadap layanan asuransi. Selain perlindungan finansial, masyarakat semakin membutuhkan proses mudah, transparan, dan responsif ketika manfaat asuransi harus digunakan.
Ia menambahkan lewat ekosistem digital terintegrasi dengan prinsip syariah, PT Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa melalui SalingJaga Keluarga berkomitmen mengembangkan perlindungan jiwa yang tak hanya menekankan aspek finansial, tapi juga kemudahan dan empati bagi keluarga Indonesia. (H-2)


















































