Erupsi Gunung Dukono Hari Ini: Data Korban dan Letusan

2 hours ago 3

LETUSAN Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menyebabkan sedikitnya lima pendaki luka-luka pada Jumat pagi 8 Mei 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan masih mendata para pendaki itu, termasuk memastikan informasi adanya dua korban tewas.

Bersamaan dengan itu tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melakukan penyisiran serta evakuasi terhadap para pendaki yang berada di kawasan gunung itu. 

"Tim SAR gabungan terus melaksanakan penyisiran di kawasan Gunung Dukono guna mengevakuasi sejumlah pendaki yang mengalami situasi darurat akibat peningkatan aktivitas vulkanik," kata juru bicara BNPB, Abdul Muhari, lewat keterangan tertulis pada Jumat siang.

Abdul Muhari menerangkan, erupsi Gunung Dukono yang menyebabkan sejumlah pendaki terluka itu terjadi tepatnya pada pukul 07.41 WIT. Letusan terjadi di antara peningkatan aktivitas visual dan kegempaan di gunung api itu sejak 29 Maret lalu. Meski begitu, status Gunung Dukono tak berubah, tetap Level II (Waspada), atau dua tingkat di bawah level tertinggi.

Hasil pengamatan menunjukkan erupsi menghasilkan kolom abu putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai sekitar 10.000 meter. Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat. 

"Aktivitas kegempaan terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik (lebih dari 16 menit)," kata Abdul Muhari mengutip keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Dampak erupsi terpantau di wilayah Kecamatan Galela, tepatnya di Desa Mamunya. BPBD Kabupaten Halmahera Utara bersama BPBD Provinsi Maluku Utara dan unsur terkait dilaporkan masih melakukan pendataan lanjutan terhadap kondisi masyarakat maupun pendaki di sana. 

Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh dari koordinasi bersama lintas instansi, terdapat laporan adanya dua wisatawan yang diduga meninggal akibat erupi Gunung Dukono. Namun demikian, Abdul Muhari menegaskan, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh Basarnas dan pihak terkait.

Dari hasil diskusi sementara antarinstansi, dia menambahkan, terdapat dugaan adanya kelalaian dari pegiat wisata atau pihak yang tetap melakukan aktivitas pendakian meskipun telah terdapat pemberitahuan penutupan kawasan wisata pendakian Gunung Dukono. "Pemerintah terus melakukan pendalaman informasi untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh."

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |