NASA Uji Mesin Elektromagnetik untuk Misi Manusia ke Mars

3 hours ago 3

BADAN Antariksa Amerika Serikat (NASA) mulai menguji pendorong elektromagnetik baru yang akan digunakan untuk misi manusia ke Mars. Teknologi tersebut diuji di Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik NASA di California Selatan—menjadi uji coba propulsi listrik dengan daya sangat tinggi selama beberapa tahun terakhir di Negeri Abang Sam.

Pendorong yang diuji adalah magnetoplasmadynamic thruster atau MPD thruster yang menggunakan arus listrik dan medan magnet untuk mendorong plasma lithium keluar dari mesin. Sistem tersebut mampu mencapai daya hingga 120 kilowatt, jauh lebih tinggi dibanding sistem propulsi listrik yang digunakan wahana antariksa saat ini.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam lima kali penyalaan terpisah, inti logam tungsten mesin dipanaskan hingga lebih dari 5.000 derajat Fahrenheit atau sekitar 2.760 derajat Celsius. Mesin menghasilkan cahaya putih terang dengan semburan plasma merah dari nosel di dalam ruang uji, sepanjang 26 kaki atau sekitar 7,9 meter, yang dirancang untuk menahan panas dan energi ekstrem.

Tim NASA menyebut teknologi propulsi listrik dapat mengurangi penggunaan propelan hingga 90 persen dibanding roket kimia konvensional. Sistem seperti ini menghasilkan dorongan yang lebih kecil, tapi dapat bekerja terus-menerus dalam waktu lama—memungkinkan wahana mencapai kecepatan sangat tinggi di ruang angkasa.

James Polk, ilmuwan riset senior di JPL, mengatakan pengembangan teknologi tersebut telah dilakukan selama bertahun-tahun. “Merancang dan membangun pendorong ini selama beberapa tahun terakhir merupakan perjalanan panjang menuju uji coba pertama ini,” ujarnya, dikutip dari laporan Earth, 5 Mei 2026.

“Ini adalah momen besar karena kami tidak hanya menunjukkan bahwa pendorong ini bekerja, tapi juga mencapai tingkat daya yang kami targetkan,” ucap Polk.

NASA menilai teknologi ini penting untuk mendukung misi manusia ke Mars yang diperkirakan membutuhkan energi antara 2-4 megawatt. Ke depan, para insinyur menargetkan setiap pendorong dapat ditingkatkan hingga mencapai daya antara 500 kilowatt sampai 1 megawatt, terutama jika dipadukan dengan sumber energi nuklir untuk membawa muatan lebih besar dalam perjalanan antariksa jarak jauh.

Administrator NASA Jared Isaacman mengatakan pengujian tersebut menunjukkan kemajuan menuju misi berawak ke Mars. “Di NASA, kami mengerjakan banyak hal sekaligus, dan kami tidak melupakan Mars,” tuturnya.

Menurut Isaacman, kinerja sukses dalam uji coba ini menunjukkan kemajuan nyata menuju pengiriman astronaut Amerika untuk menjejakkan kaki di Planet Merah. Proyek ini menandai momen pertama AS memakai sistem propulsi listrik berdaya tinggi, hingga 120 kilowatt. “Kami akan terus melakukan investasi strategis yang akan mendorong lompatan besar berikutnya,” katanya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |