Logo FIFA(AFP/Michael Buholzer)
FEDERASI Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi mengakhiri masa jabatan Kevin Lamour sebagai Chief Operating Officer (COO). Keputusan ini diambil kurang dari tiga minggu setelah Lamour melontarkan kritik tajam terhadap rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait proyek komersial yang kontroversial.
Juru bicara FIFA mengonfirmasi bahwa hubungan kerja dengan Lamour telah berakhir per 17 Agustus 2026. Dalam keterangan resminya, FIFA menyampaikan terima kasih atas dedikasi Lamour selama dua tahun terakhir dan mendoakan kesuksesannya di masa depan.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menginformasikan kabar tersebut kepada staf melalui surat elektronik pada Senin malam. Grafstrom menyatakan bahwa organisasi dan Lamour telah "sepakat untuk berpisah" setelah melalui pertimbangan yang matang.
Kritik Terbuka dan Proyek FFE
Pemecatan ini diduga kuat berkaitan dengan pernyataan keras Lamour bulan lalu mengenai rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Proyek ini dirancang untuk mengelola hak komersial dan tiket kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, dengan menjual 21% sahamnya kepada investor swasta.
Lamour menyebut FFE sebagai "proyek satu orang" dan menuding administrasi FIFA telah "terpedaya" mengenai rencana yang kini telah dibatalkan tersebut.
"Seorang presiden harus menyatukan orang, menginspirasi mereka. Hari ini, kita mengalami hal yang sebaliknya," ujar Lamour kala itu.
Ia juga sempat menyatakan kesiapannya kehilangan pekerjaan demi mempertahankan nilai-nilai yang ia yakini.
"Jika itu berarti saya kehilangan pekerjaan, biarlah. Setidaknya saya bisa tidur nyenyak malam ini," tambahnya.
Peta Dukungan dan Penolakan Terhadap Infantino
Rencana FFE memicu gelombang penolakan dari berbagai konfederasi besar. UEFA bahkan sempat mengancam akan memboikot Piala Dunia jika rencana tersebut dilanjutkan. Akibat polemik ini, posisi Infantino menjelang Kongres FIFA, Maret mendatang, mulai goyah di beberapa wilayah.
Berikut adalah ringkasan peta dukungan dan penolakan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino saat ini:
| Menarik Dukungan | UEFA, Concacaf (secara organisasi), Skotlandia, Inggris, Wales, Irlandia Utara, Republik Irlandia. |
| Tetap Mendukung | Konfederasi Afrika (CAF), Amerika Selatan (CONMEBOL), Oseania (OFC), serta Meksiko (anggota Concacaf yang membelot). |
| Oposisi Internal | Kevin Lamour (Eks COO - Dipecat), Carlos Cordeiro (Penasihat Senior - Mengundurkan Diri). |
| Tuntutan Eksternal | Lembaga FairSquare menuntut agar Infantino dilarang mencalonkan diri kembali. |
Lamour, yang bergabung dengan FIFA pada November 2024 setelah sebelumnya menjabat sebagai Deputi Sekretaris Jenderal UEFA, diketahui tidak diundang dalam pertemuan eksekutif senior di Maroko, awal bulan ini, saat Infantino menerima dukungan dari sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Hingga saat ini, Kevin Lamour belum memberikan komentar tambahan terkait pemecatannya. Namun, kepergiannya menandai keretakan yang semakin dalam di internal otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut. (bbc/Z-1)


















































