Garnita) Peduli DP Partai NasDem Kabupaten Pekalongan dan mahasiswa KKN UIN Walisongo, bersih-bersih di SDN 01 Luragung.(MI/Supardji Rasban)
GARDA Wanita (Garnita) Peduli DPD Partai NasDem Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, bersama mahasiswa KKN Kelompok 41 Ringduster UIN Walisongo Pekalongan, menggelar aksi sosial di SDN 01 Luragung, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (19/8).
Aksi tersebut tidak sekadar membersihkan lingkungan sekolah. Garnita Peduli juga menyasar toilet dan kamar mandi sekolah yang kondisinya mulai kusam dengan melakukan pembersihan sekaligus pengecatan ulang.
Aksi itu juga sekaligus menjadi momentum edukasi bagi para siswa dengan berkolaborasi mahasiswa KKN yang mengajarkan cara sederhana memilah sampah berdasarkan jenisnya, seperti sampah plastik, botol dan kertas.
Calon Ketua Garnita Peduli DPD Partai NasDem Kabupaten Pekalongan, Fathia Nurjanah, menyampaikan kegiatan tersebut dilakukan untuk mengajak siswa memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekolah, termasuk toilet.
"Garnita bersama mahasiswa KKN membersihkan lingkungan sekolah, untuk mengajari anak-anak menjaga tanggung jawab mereka untuk menjaga lingkungan sekolah sama menjaga lingkungan toilet," ujar Fathia.
Fathia menuturkan mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan kepada siswa mengenai berbagai cara menjaga kebersihan lingkungan, termasuk mengenali dan memilah sampah.
Dalam kegiatan tersebut, Garnita Peduli turut memfasilitasi sejumlah peralatan kebersihan untuk sekolah. Bantuan itu digunakan untuk mendukung aktivitas kebersihan di lingkungan SDN 01 Luragung. Peralatan yang diserahkan di antaranya sapu, alat pel, ember, sikat lantai dan perlengkapan kebersihan lainnya.
SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH
Sementara itu, mahasiswa KKN Kelompok 41 Ringduster UIN Walisongo Pekalongan, Muhammad Luthfi Fanjani, menyebut pihaknya sosialisasi mengenai pengelolaan sampah sederhana kepada para siswa.
"Dari kami memberikan program sosialisasi tentang bagaimana cara memilah sampah, bagaimana cara membersihkan, menjaga lingkungan, serta memberikan edukasi kepada siswa-siswi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah," ujar Luthfi.
Menurut Luthfi, kebersihan lingkungan sekolah penting karena turut memengaruhi kenyamanan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. "Jujur ini sangat baik ya, karena kebersihan lingkungan sekolah itu sangat penting di mana sangat membantu siswa-siswi dalam belajar karena membuat suasana belajar menjadi nyaman," tuturnya.
Warga setempat, Wariyah, menyambut baik kegiatan kolaborasi tersebut. Ia menilai kondisi lingkungan sekolah menjadi lebih bersih setelah dilakukan aksi pembersihan.
"Ya, sangat membantu karena tadinya sekolahannya sangat kotor, jadi bersih. Dan itu kamar mandinya juga terbantu, karena dicat ulang jadinya lebih bersihlah," ujar Wariyah.
Wariyah juga menilai edukasi pemilahan sampah yang diberikan mahasiswa KKN bermanfaat bagi siswa. Anak-anak, kata dia, menjadi lebih mengetahui pentingnya menjaga kebersihan dan memilah sampah.
Wariyah juga mengapresiasi bantuan peralatan kebersihan yang diberikan Garnita Peduli untuk mendukung kebersihan sekolah. "Ngasih itu juga alat bantuan kebersihan. Ya buat bersih-bersih sekolah nantinya," terang Wariyah.
PEMBELAJARAN LANGSUNG
Kepala SDN 01 Luragung, Sarmini, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pembelajaran langsung kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan.
Menurut Sarmini sebelum kegiatan tersebut masih terdapat siswa yang belum terbiasa membuang sampah pada tempatnya. Karena itu, edukasi dan praktik langsung menjaga kebersihan dinilai penting untuk membangun kebiasaan siswa.
"Sebagai kepala sekolah SDN 01 Luragung, untuk mendukung kegiatan ini, karena kegiatan ini sangat bermakna sebagai pembelajaran bagi anak-anak tentang kebersihan, juga pengalaman langsung," papar Sarmini.
Dalam kolaborasi tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi pemilahan sampah, sementara Garnita Peduli memberikan dukungan berupa peralatan kebersihan.
"Yang dikolaborasikan, berarti dari KKN tadi sudah menyampaikan tentang kegiatan memilah sampah dari yang plastik, yang berupa botol, dan lain-lain, disesuaikan dengan tempatnya. Dan dari Garnita memberikan alat kebersihan dan membersihkan kamar mandi," jelas Sarmini.
Sarmini juga mengungkapkan pengecatan toilet sebenarnya sudah masuk dalam rencana sekolah. Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan secara menyeluruh.
Sarmini menyebut anggaran sekolah selama ini banyak terserap untuk berbagai kegiatan, termasuk perlombaan, sehingga pengecatan toilet belum menjadi prioritas yang dapat segera direalisasikan.
"Karena memang sebenarnya saya sudah merencanakan untuk mengecat toiletnya, tetapi anggaran SDDS selama ini banyak tersedot ke kegiatan-kegiatan lomba, jadi belum bisa mencakup anggaran pengecatan," ungkap Sarmini.
Dengan adanya aksi Garnita Peduli, rencana tersebut akhirnya dapat terlaksana. Toilet yang sebelumnya tampak kusam kini telah dibersihkan dan dicat ulang. "Alhamdulillah. Sekali lagi terima kasih sekali, semoga kegiatan itu bisa berlangsung untuk SD-SD yang lain juga," pungkas Sarmini. (E-2)


















































