Gempa Flores Tewaskan 68 Orang, Mendagri Salurkan Tali Asih ke Keluarga Korban

14 hours ago 2
Gempa Flores Tewaskan 68 Orang, Mendagri Salurkan Tali Asih ke Keluarga Korban Mendagri memberikan tali kasih kepada keluarga korban meninggal dunia gempa Flores, Selasa (18/8) di kamp pengungsian Nagakeo,(MI/Marianus Marselus)

MENTERI  Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memberikan tali asih sebesar Rp15 juta kepada keluarga korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur. Tali asih diberikan Tito saat mengunjungi lokasi pengungsian di Kabupaten Nagekeo, Selasa (18/8).

Tito mengatakan pemerintah pusat berbagi peran dengan pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana. Selain bantuan dari Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri juga memberikan bantuan dengan nominal yang sama kepada keluarga korban.

“Dari khusus dari kami, dari Kementerian Dalam Negeri. Kami juga memberikan dengan angka yang sama, Rp15 juta kepada setiap keluarga,” kata Tito.

Di Kabupaten Nagekeo, terdapat delapan korban meninggal dunia. Dari delapan keluarga korban tersebut, dua keluarga hadir langsung menerima tali asih. Sementara bantuan untuk enam keluarga lainnya dititipkan kepada Sekretaris Daerah Nagekeo untuk disampaikan kepada masing-masing keluarga.

Selain tali asih, Tito juga memberikan bantuan sebesar Rp100 juta kepada kepala desa untuk digunakan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

“Selain itu juga saya ingin memberikan bantuan sekedarnya kepada kepala desa. Uang dalam bentuk Rp100 juta. Silakan pakai untuk apa saja,” ujar Tito.

Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8) lalu berdampak luas di tujuh kabupaten. Hingga Selasa (18/8) siang terdapat 68 orang meninggal dunia dan 213 orang mengalami luka-luka. Jumlah ini masih

Sementara itu, berdasarkan pendataan Polri, sekitar 27.700 warga mengungsi di 107 titik yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak gempa. Banyaknya titik pengungsian membuat pemerintah memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Polri juga terus melakukan pendataan warga terdampak dari rumah ke rumah, mengingat masih terdapat kemungkinan warga yang belum masuk dalam pendataan awal.

Pemerintah kini mempercepat distribusi bantuan, pelayanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi puluhan ribu warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.(E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |