Ilustrasi(ANTARA/Ist)
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,8 mengguncang wilayah Nias Selatan, Sumatra Utara, pada Selasa (18/8) pukul 13.02.23 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa guncangan tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemutakhiran analisis, episenter gempa terletak pada koordinat 0,67° LS dan 98,29° BT. Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 157 kilometer arah tenggara Nias Selatan dengan kedalaman 35 kilometer.
"BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," ujar Wijayanto dalam keterangannya.
Parameter Gempa Nias Selatan:
- Waktu Kejadian: Selasa, 18 Agustus, 13.02.23 WIB
- Magnitudo: M 5,8 (Pemutakhiran)
- Kedalaman: 35 Km
- Lokasi: 157 Km Tenggara Nias Selatan
- Potensi Tsunami: Tidak Berpotensi
Dampak guncangan dirasakan di berbagai wilayah dengan skala intensitas yang beragam. Di Tapanuli Utara, getaran mencapai skala IV MMI, di mana gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, menyebabkan gerabah pecah, serta jendela dan pintu berderik.
Berikut adalah rincian wilayah yang merasakan dampak gempa berdasarkan skala MMI:
| IV MMI | Tapanuli Utara |
| III MMI | Padang Sidempuan, Nias Selatan, Padang Panjang, Pesisir Selatan, Bukittinggi, Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman Barat, Kabupaten Agam |
| II MMI | Tapanuli Tengah, Gunung Sitoli |
Hingga pukul 13.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, warga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa guna menghindari risiko keruntuhan.
Informasi resmi dapat dipantau melalui kanal komunikasi BMKG, termasuk aplikasi InfoBMKG, laman resmi bmkg.go.id, serta akun media sosial @infoBMKG. (Ata/I-1)


















































