Ilustrasi(Dok Humas Basarnas)
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8) pagi, menimbulkan dampak besar di sejumlah wilayah Flores. Hingga pukul 15.00 WITA, sedikitnya 33 orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Manggarai Raya, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Manggarai dan keterangan Polres Manggarai Timur, jumlah korban meninggal di Manggarai Timur mencapai 17 orang. Sementara di Kabupaten Manggarai tercatat 15 orang meninggal dunia, sedangkan di Kabupaten Manggarai Barat satu orang dilaporkan meninggal dunia.
BPBD Kabupaten Manggarai menyebut angka tersebut masih merupakan data sementara. Petugas masih melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan jumlah korban maupun tingkat kerusakan bangunan.
“Data sementara masih kami lakukan pengecekan di lapangan. Petugas masih turun ke sejumlah lokasi untuk memastikan jumlah korban dan kerusakan akibat gempa,” demikian keterangan BPBD Kabupaten Manggarai.
Sementara itu, Polres Manggarai Timur melaporkan jumlah korban meninggal di wilayahnya telah mencapai 17 orang. Polisi bersama tim gabungan masih melakukan penyisiran dan pendataan di sejumlah lokasi yang terdampak paling parah.
“Untuk data korban sementara di Manggarai Timur ada 17 orang meninggal dunia. Namun, petugas masih melakukan pengecekan dan pendataan di lapangan, sehingga jumlah ini masih bisa berubah,” demikian keterangan Polres Manggarai Timur.
Dengan demikian, total sementara korban meninggal di Manggarai Raya mencapai 33 orang. Jumlah tersebut berpotensi terus bertambah karena proses pencarian, evakuasi dan verifikasi korban masih berlangsung.
Dampak gempa juga terlihat dari kerusakan rumah warga dan fasilitas umum. Data BNPB hingga pukul 12.30 WIB sebelumnya mencatat 54 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang dan 11 rumah rusak ringan. Di Kabupaten Manggarai, tercatat 29 rumah rusak berat, sembilan rusak sedang dan sembilan rusak ringan. Sementara di Manggarai Timur terdapat sedikitnya 23 rumah rusak berat. Angka tersebut juga masih dapat berubah seiring pendataan di lapangan.
Korban jiwa juga dilaporkan dari kabupaten lain di NTT. Data BNPB pada pembaruan pukul 12.30 WIB sebelumnya mencatat tiga korban meninggal di Kabupaten Sikka, selain enam orang di Manggarai dan lima orang di Manggarai Timur. Namun, data tersebut sudah berkembang seiring laporan dari daerah dan proses verifikasi lanjutan.
Di Manggarai Barat, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Guncangan kuat juga menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan di Labuan Bajo. Warga, wisatawan dan pasien rumah sakit sempat dievakuasi ke ruang terbuka untuk menghindari risiko bangunan roboh.
Gempa utama mengguncang Flores pada Sabtu pagi dan sempat memicu peringatan dini tsunami. BMKG kemudian mengakhiri peringatan tersebut pada pukul 07.30 WIB setelah hasil pemantauan tidak menunjukkan kondisi yang membahayakan. Masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan.
Hingga pukul 15.00 WITA, petugas gabungan masih melakukan pengecekan dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Karena proses evakuasi dan pendataan belum selesai, angka 33 korban meninggal di Manggarai Raya masih bersifat sementara dan kemungkinan akan terus bertambah. (H-2)


















































