Peternak unggas Batang bagikan ratusan ayam secara gratis akibat rendahnya harga telur.(MI/Akhmad Safuan)
JENGKEL dan prihatin terhadap anjloknya harga telur sejak beberapa bulan terakhir, ratusan ekor ayam ras dibagikan secara gratis di Kabupaten Batang, peternak unggas di daerah ini ancam bagikan puluhan ribu ekor ayam jika tidak ada perubahan kebijakan diambil pemerintah.
Pemantauan Media Indonesia Senin (10/8) sejak pagi ratusan warga Kabupaten Batang telah berkumpul di Jalan Veteran, Batang untuk mendapatkan pembagian ayam secara gratis yang dilakukan oleh sejumlah peternak unggas di daerah ini, bahkan ketika kendaraan pick-up warna putih mengangkut keranjang ayam datang dan berhenti, ratusan warga langsung menyerbu.
Warga langsung berkerumun dan antre mengelilingi kendaraan membawa keranjang warna orange yang penuh berisi ayam petelur, bahkan dengan antusias mereka menerima ayam gratis yang dikeluarkan satu per satu dari dalam keranjang oleh peternak, meskipun tidak terjadi kericuhan namun puluhan petugas kepolisian tampak melakukan penjagaan ketat di lokasi.
"Senang mendapat ayam gratis, saya langsung dibawa pulang untuk diolah untuk kebutuhan keluarga, " kata Evi (32) salah seorang warga Batang.
Hal serupa juga diungkapkan Wahyudi (50) warga Batang lainnya bahwa pembagian ayam secara gratis oleh para peternak tersebut sudah diketahui warga Batang sejak beberapa lalu, sehingga sejak pagi warf sudah menunggu di pinggir jalan untuk mendapatkan atan secara cuma-cuma tersebut.
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Batang Joko Pramono, mengatakan aksi bagi-bagi ayam secara gratis tersebut, merupakan bentuk kejengkelan dan keprihatinan peternak terhadap kondisi usaha unggas rakyat yang semakin tertekan akibat rendahnya harga telur.
Harga telur di tingkat peternak saat ini, lanjut Joko Pramono, menjadikan besaran subsidi capai Rp7.000 per kilogram, bahkan harga inj terus turun dalam 4 bulan terakhir, menjadikan peternak secara tidak langsung telah menanggung beban untuk menjaga agar masyarakat tetap mendapatkan sumber protein dengan harga murah.
"Kami menyubsidi agar rakyat Indonesia mendapatkan protein murah, sudah empat bulan kami mensubsidi peternak sebesar Rp5.000-Rp7.000 per kilogram, " ujar Joko Pramono.
Berdasarkan catatan KPUS Batang, demikian Joko Pramono, populasi ayam yang dimiliki anggotanya mencapai sekitar 600.000 ekor, sehingga jika dihitung kerugian harus dipikul peternak sudah sangat luar biasa, sehingga meminta agar pemerintah Kementerian Pertanian segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan peternak rakyat.
Harapan dari peternak, menurut Joko Pramono, pemerintah menegakkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2017 terkait budidaya unggas berskala besar yang kini hampir mencapai 20 persen, padahal seharusnya peternak rakyat yang merupakan UMKM 98 persen yang perlu mendap perlindungan.
Saat ini jumlah ayam dibagikan kepada warga sebagai bentuk krorihaty 600 ekor, ungkap Joko Pramono, namun jika masalah ini tidak segera ditindaklanjuti maja peternak di Batang ini akan meneruskan aksi membagi-bagikan lagi secara gratis 50.000-100.000 ekor. "Aksi ini hanya untuk menfeterls ombak, " imbuhnya.
Aksi ratusan peternak unggas ini juga berlangsung secara serempak di sejumlah lain di Jawa Tengah seperti Pati, Grobogan dan Kendal, selain melakukan orasi para peternak juga melepaskan pulugan ribu ekor ayam. "Ada 15.000 ekor ayam kita lepas dan menjadi rebutan warga," kata seorang pengunjukrasa di Kendal. (H-2)


















































