Ilmuwan Temukan Spesies Dinosaurus Baru Raksasa di Thailand

5 hours ago 1
Ilmuwan Temukan Spesies Dinosaurus Baru Raksasa di Thailand Nagatitan chaiyaphumensis(Doc Patchanop Boonsai)

PARA ilmuwan mengumumkan penemuan spesies dinosaurus baru bernama Nagatitan chaiyaphumensis, seekor dinosaurus berleher panjang yang diperkirakan menjadi salah satu sauropoda terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara. Penemuan ini tidak hanya memperkaya catatan fosil dinosaurus di kawasan tersebut, tetapi juga memberi petunjuk baru mengenai bagaimana perubahan iklim purba memungkinkan kemunculan dinosaurus berukuran raksasa.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports dan dilaporkan oleh National Geographic.

Fosil Ditemukan Secara Tak Sengaja

Fosil Nagatitan pertama kali ditemukan pada 2016 di Provinsi Chaiyaphum, Thailand timur laut. Penemuan itu bermula ketika seorang warga bernama Thanom Luangnan melihat batu-batu dengan bentuk tidak biasa di tepi sebuah kolam umum. Setelah dilaporkan kepada Departemen Sumber Daya Mineral Thailand, tim paleontolog kemudian melakukan penelitian lebih lanjut dan memastikan bahwa batu-batu tersebut merupakan fosil dinosaurus.

Nama Nagatitan chaiyaphumensis diambil dari lokasi penemuannya, Chaiyaphum, serta "Naga", makhluk ular raksasa yang dikenal dalam cerita rakyat Asia Tenggara.

Dari hasil analisis, para peneliti memperkirakan Nagatitan memiliki panjang lebih dari 27 meter atau sekitar 88 kaki dengan berat mendekati 30 ton. Ukuran tersebut menjadikannya sebagai dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara hingga saat ini.

Fosil yang berhasil ditemukan terdiri atas ruas tulang belakang, tulang rusuk, tulang panggul, hingga tulang anggota gerak yang terawetkan di dalam batuan berusia sekitar 113 juta tahun. Kelengkapan fosil ini membuat para ilmuwan dapat mempelajari anatomi Nagatitan secara lebih rinci dibandingkan temuan dinosaurus Thailand sebelumnya yang umumnya hanya berupa potongan tulang.

Nagatitan termasuk kelompok sauropoda, yaitu dinosaurus herbivora berleher panjang yang dikenal sebagai hewan darat terbesar sepanjang sejarah Bumi. Meski ukurannya sangat besar, Nagatitan diperkirakan masih lebih kecil dibandingkan sauropoda raksasa lain seperti Patagotitan maupun Dreadnoughtus yang masing-masing memiliki bobot sekitar 60 ton dan 50 ton.

Menariknya, para ilmuwan menemukan bahwa dinosaurus raksasa tidak berasal dari satu garis keturunan yang sama. Kelompok sauropoda diketahui berevolusi menjadi hewan berukuran besar secara terpisah lebih dari 30 kali di berbagai benua selama lebih dari 100 juta tahun.

Penemuan Nagatitan menunjukkan bahwa dinosaurus ini juga berkembang menjadi raksasa melalui jalur evolusinya sendiri, sekaligus menandai awal kemunculan sauropoda berukuran sangat besar di Asia pada Periode Kapur Awal.

Lingkungan Purba jadi Alasan Dinosaurus Ini Punya Tubuh Besar

Para peneliti menduga kondisi lingkungan purba di Thailand menjadi salah satu faktor utama yang memungkinkan Nagatitan tumbuh hingga berukuran sangat besar.

Sekitar 113 juta tahun lalu, wilayah tersebut berada lebih dekat ke garis khatulistiwa dibandingkan sekarang. Bukti geologi menunjukkan kawasan itu didominasi semak belukar dan hutan terbuka dengan kondisi yang relatif hangat dan agak kering.

Lingkungan seperti ini dinilai sangat ideal bagi sauropoda. Dengan tubuh besar dan leher panjang, mereka dapat berpindah dengan mudah untuk memakan dedaunan pohon maupun tumbuhan rendah seperti paku-pakuan. Aktivitas makan dan pijakan kaki mereka juga membantu menjaga vegetasi tetap terbuka sehingga membentuk lanskap yang menyerupai sabana.

Para peneliti bahkan menemukan bahwa sauropoda di Asia terus bertambah besar pada jutaan tahun setelah Nagatitan hidup, menunjukkan bahwa iklim hangat dan habitat terbuka memberi peluang bagi evolusi dinosaurus raksasa.

Adaptasi yang Membantu Bertahan

Salah satu penulis penelitian, Paul Upchurch dari University College London, menjelaskan bahwa anatomi sauropoda kemungkinan menjadi alasan mengapa dinosaurus tersebut mampu bertahan di lingkungan yang panas.

"Leher yang panjang memberikan luas permukaan tubuh lebih besar sehingga panas dapat dilepaskan lebih efektif. Selain itu, sistem kantung udara yang kompleks membantu mendinginkan tubuh melalui proses pernapasan. Adaptasi inilah yang memungkinkan sauropoda tumbuh menjadi hewan berukuran raksasa meski hidup di lingkungan yang hangat," ujar Upchurch.

Berdasarkan catatan fosil, sejak kemunculan Nagatitan hingga berakhirnya era dinosaurus akibat tumbukan asteroid sekitar 66 juta tahun lalu, dinosaurus raksasa berulang kali berevolusi menjadi berukuran sangat besar ketika kondisi lingkungan mendukung.

Penemuan Nagatitan pun memberikan gambaran baru bahwa perubahan iklim, kondisi habitat, dan adaptasi anatomi bekerja bersama-sama dalam membentuk evolusi salah satu kelompok hewan terbesar yang pernah menghuni Bumi.

Sumber: NatGeo

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |