Indramayu Tetapkan 92.888 Hektare LP2B dan 14.110 Hektare Lahan Industri

3 hours ago 1
Indramayu Tetapkan 92.888 Hektare LP2B dan 14.110 Hektare Lahan Industri Petani di Kecamatan Kroya, Indramayu melakukan tanam padi.(Dok.Istimewa)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Indramayu menetapkan lahan seluas 92.888 hektare sebagai Lahan Pertanian  Pangan Berkelanjutan (LP2B). Pemkab Indramayu juga membuka ruang untuk masuknya industri. 

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengungkapkan bahwa Pemkab Indramayu berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan dan mempertahankan daerahnya sebagai lumbung pangan nasional. “Kami telah menetapkan batasan Lahan Pertanian  Pangan Berkelanjutan (LP2B) guna mencegah alih fungsi lahan. Ada pun luas lahan LP2B mencapai 92.888 hektare,” tutur Lucky, Rabu (19/8). 

Namun, lanjut Lucky, Pemkab Indramayu juga telah menyediakan lahan seluas 14.110 hektare untuk kawasan industri. Disiapkannya lahan untuk industri bertujuan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indramayu. Langkah strategis ini diharapkan dapat menekan angka pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah dengan menyediakan opsi bekerja di dalam negeri. 

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto, menjelaskan  target produksi padi di Kabupaten Indramayu pada tahun ini di kisaran 1,6 juta – 1,7 juta ton gabah kering panen (GKP). “Produksi padi kita rata-rata 6,8 ton per hektare. Kabupaten Indramayu menjadi salah satu daerah penyumbang padi terbesar di Indonesia,” tutur  Sugeng.

Namun, lanjut Sugeng, sejumlah kendala masih harus dihadapi petani di Indramayu. Terutama saat musim kemarau seperti saat ini untuk sawah tadah hujan. “Namun, Pemkab Indramayu terus melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan,” jelas Sugeng. Diantaranya melalui bantuan pompa air dan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Dijelaskan Sugeng, pihkanya telah mengajukan usulan pembangunan JIAT kepada BBWS Citarum sebanyak 63 titik dan telah disetujui untuk dibangun. Selain itu, adapula 47 titik tambahan yang masih dalam proses. Pembangunan  JIAT akan diprioritaskan untuk persawahan tadah hujan yang memiliki kerentanan terhadap kekeringan. Di antaranya, Gantar, Kroya, Terisi, sebagian Cikedung, dan sebagian Gabuswetan. 

“Ini adalah upaya kami dalam memitigasi kekeringan yang ada di Kabupaten Indramayu. Tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan semua pihak, terutama teman-teman petani. Saling bersinergi itu yang paling penting,” jelas Sugeng. (E-2) 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |