Ilustrasi(Dok IPOT)
INVESTASI emas berbasis digital dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap instrumen logam mulia di tengah harga emas yang semakin tinggi. Melalui instrumen pasar keuangan, masyarakat memiliki alternatif untuk berinvestasi secara bertahap tanpa harus menunggu memiliki dana yang cukup untuk membeli emas fisik dalam ukuran tertentu.
Dalam konteks tersebut, PT Indo Premier Investment Management (IPIM) berkolaborasi dengan PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menghadirkan Power Fund Series (PFS) melalui platform IPOT Fund. Salah satu produknya adalah Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD), ETF emas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Produk tersebut memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen pasar modal tanpa harus membeli emas fisik secara langsung dalam jumlah besar.
"Siapa pun kini bisa mulai menabung emas hanya mulai dari 0,1 miligram atau satu unit penyertaan," kata Direktur PT Indo Premier Investment Management (IPIM), Noviono Darmosusilo dalam keterangan resmi.
Menurutnya, kode efek XGLD dipilih karena memiliki asosiasi dengan kata gold atau emas dan mengikuti penamaan exchange-traded fund (ETF) emas yang dikenal di pasar global. Penamaan tersebut diharapkan dapat memudahkan investor dalam mengenali produk tersebut.
Sebagai Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia, XGLD menggunakan mekanisme yang mengacu pada prinsip syariah. Pengelolaan dana menggunakan akad Wakalah bil al-Ujrah, sementara transaksi emas fisik menggunakan Bai' al-Muthlaq. Produk tersebut juga berada di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah dan mengacu pada Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VIII/2025.
Selain itu, terdapat lima karakteristik Investasi PFS XGLD. Pertama, portofolio XGLD berbasis aset emas murni dengan komposisi kas maksimal 5%. Karena transaksi dilakukan melalui instrumen pasar modal, investor tidak perlu menyimpan emas secara fisik atau mengurus kebutuhan penyimpanan dan proses buyback secara langsung.
Meski diperdagangkan secara digital mengikuti harga di bursa, XGLD tetap memiliki underlying berupa emas fisik. Portofolionya terhubung dengan emas murni yang memiliki sertifikasi internasional LBMA (London Bullion Market Association) atau SNI.
Kedua, XGLD dapat ditransaksikan melalui PFS di IPOT Fund dengan nilai mulai dari 0,1 miligram atau satu unit penyertaan. Mekanisme tersebut memungkinkan investor membeli eksposur emas secara bertahap tanpa harus menunggu dana terkumpul untuk membeli emas fisik dalam ukuran satu gram atau lebih.
Ketiga, perdagangan XGLD dilakukan selama jam perdagangan bursa sehingga investor dapat memantau transaksi dan perubahan nilai portofolionya melalui sistem perdagangan. Instrumen ini memberikan eksposur terhadap emas dengan underlying yang jelas dan proses settlement T+1.
Keempat, secara ketentuan perpajakan, XGLD merupakan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) ETF. Keuntungan berupa capital gain maupun dividen dari reksa dana tersebut dikategorikan sebagai bukan objek Pajak Penghasilan (PPh).
Dalam pelaporan pajak tahunan, kepemilikan unit penyertaan XGLD dicatat pada bagian Daftar Harta, sementara keuntungan dicantumkan pada bagian Penghasilan Non-Objek Pajak dalam SPT Tahunan.
Kelima, XGLD dikelola dalam ekosistem Indo Premier yang telah terlibat dalam pengembangan industri ETF di Indonesia sejak 2007. PT Indo Premier Investment Management (IPIM) bertindak sebagai manajer investasi, sedangkan PT Indo Premier Sekuritas menjadi dealer partisipan dalam perdagangan XGLD. IPOT berperan sebagai platform digital yang menyediakan akses bagi investor ritel. (E-4)


















































