Iran dan Oman Lanjutkan Perundingan Selat Hormuz

1 day ago 2
Iran dan Oman Lanjutkan Perundingan Selat Hormuz Esmail Baghaei.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Iran dan Oman menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan perundingan strategis mengenai keamanan di Selat Hormuz. Langkah diplomasi ini tetap berjalan meskipun situasi regional kian rumit akibat meningkatnya ketegangan militer antara Teheran dan Washington.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi bahwa proses dialog tersebut berlangsung secara intensif. Kedua negara tengah berupaya merumuskan kesepakatan yang dapat menjamin stabilitas di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia tersebut.

"Perundingan antara Iran dan Oman terus berlangsung secara serius, dengan kedua pihak bertukar pandangan dalam pernyataan bersama," ujar Baghaei dalam konferensi pers pada Senin (17/8/2026).

Menurut Baghaei, Teheran dan Muscat memiliki tekad kuat untuk mengembangkan mekanisme yang mampu menjamin kepentingan kedua belah pihak. Fokus utama dari mekanisme ini adalah menyelesaikan berbagai persoalan terkait jalur pelayaran internasional agar tetap aman bagi perdagangan global.

Faktor Penghambat Perundingan

Kendati menunjukkan kemajuan, Baghaei mengakui ada sejumlah faktor yang memperumit proses negosiasi. Ia mengidentifikasi tiga kendala utama yang saat ini dihadapi oleh kedua negara:

  • Tingkat kerumitan isu teknis dan hukum yang dibahas.
  • Keterlibatan banyak pihak yang memiliki kepentingan berbeda di kawasan.
  • Upaya sejumlah negara tertentu yang mencoba mengganggu jalannya proses diplomasi tersebut.

Eskalasi Konflik Iran-AS

Situasi di Selat Hormuz semakin memanas menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 8 Juli 2026. Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran, yang sebelumnya dicapai pada 18 Juni malam, sudah tidak lagi berlaku.

Pascapernyataan tersebut, militer AS melalui Komando Pusat (Centcom) melancarkan serangkaian serangan terhadap posisi Iran. Pihak Centcom mengeklaim tindakan militer tersebut merupakan respons atas tindakan Teheran yang dianggap mengancam kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Menanggapi serangan tersebut, militer Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer AS yang tersebar di beberapa negara Timur Tengah. Teheran menuduh Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata secara sepihak dan memicu ketidakstabilan baru di kawasan tersebut. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |