Iran Kembali Serang Fasilitas Listrik Kuwait, Picu Kebakaran Besar

23 hours ago 5
Iran Kembali Serang Fasilitas Listrik Kuwait, Picu Kebakaran Besar Ilustrasi - Serangan rudal oleh Iran.(Dok. Ant/IRNA/IRGC)

KETEFANGAN di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran dilaporkan melancarkan serangan baru yang menargetkan infrastruktur vital di Kuwait pada Minggu (19/7/2026). Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait mengonfirmasi bahwa sebuah pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi air menjadi sasaran serangan yang memicu kebakaran besar.

Berdasarkan pernyataan resmi yang dikutip dari kantor berita pemerintah KUNA, serangan ini merupakan aksi kedua yang dilakukan Iran terhadap fasilitas kelistrikan Kuwait dalam waktu singkat. Sebelumnya, otoritas Kuwait juga melaporkan serangan serupa yang terjadi pada Sabtu (18/7).

Dampak Serangan dan Tanggap Darurat

Pihak kementerian mengungkapkan bahwa serangan tersebut berdampak signifikan pada "sejumlah besar unit pembangkit listrik". Menanggapi situasi kritis ini, pemerintah Kuwait segera mengaktifkan rencana tanggap darurat.

Otoritas terkait dilaporkan telah mengambil langkah-langkah cepat untuk mengendalikan dampak kebakaran serta memastikan stabilitas pasokan energi dan air bagi masyarakat. Hingga saat ini, upaya pemulihan masih terus dilakukan di lokasi terdampak.

Klaim Militer Iran

Di sisi lain, militer Iran melalui media pemerintah IRIB, mengklaim telah melancarkan serangan drone berskala besar pada hari yang sama. Namun, Teheran menyatakan bahwa target utama mereka adalah instalasi militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Kuwait.

Dalam pernyataannya, militer Iran mengeklaim telah menyerang beberapa titik strategis, antara lain:

  • Gudang amunisi di Camp Al Adiri.
  • Sistem rudal Patriot di Pangkalan Udara Ali Al Salem.
  • Instalasi radar pertahanan udara di lokasi yang sama.

Eskalasi Konflik AS-Iran

Situasi di kawasan Timur Tengah terus memburuk dalam beberapa hari terakhir. Eskalasi ini dipicu oleh serangan yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan menargetkan berbagai fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer AS di sejumlah negara kawasan.

Aksi saling serang ini terjadi di tengah ironi diplomatik. Padahal, Washington dan Teheran baru saja menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan pada Juni lalu. Kesepakatan tersebut awalnya diharapkan menjadi jalan menuju perdamaian yang langgeng dan mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa, sementara pihak berwenang Kuwait masih terus melakukan validasi data terkait kerusakan infrastruktur secara menyeluruh. (Ant/Anadolu/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |