Ilustrasi(Dok Istimewa)
KAPOLRI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan bantuan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus disalurkan. Hingga Selasa (18/8), sekitar 27.700 warga masih bertahan di 107 titik pengungsian yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak.
Sigit menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung lokasi pengungsian di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Selasa (18/8). Ia mengatakan Polri bersama pemerintah dan kementerian terkait terus memperkuat penanganan masa tanggap darurat.
“Bantuan ini tentunya kita harapkan bisa membantu dan kami akan terus dorong sampai dengan kebutuhan terpenuhi,” ujar Sigit.
Menurut Sigit, hingga saat ini tercatat 1.245 korban akibat bencana gempa. Rinciannya, 67 orang meninggal dunia, 509 mengalami luka berat, dan 669 lainnya mengalami luka ringan.
Selain itu, sekitar 27.700 warga mengungsi di 107 titik yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak gempa.
Untuk memperkuat penanganan bencana, Polri telah membangun delapan posko tanggap bencana, yakni satu posko di Pelabuhan Labuan Bajo dan tujuh posko lainnya di Polres-Polres wilayah terdampak.
Polri juga mengerahkan 236 personel ke wilayah NTT. Mereka ditugaskan membantu proses evakuasi, pelayanan kesehatan, hingga trauma healing bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Dukungan tidak hanya dilakukan melalui jalur darat. Polri menyiapkan sejumlah armada udara, termasuk pesawat Cassa, CN-295 atau Fitjet, serta helikopter. Armada tersebut digunakan untuk membantu evakuasi, mengirimkan logistik, sekaligus memantau wilayah yang terisolasi dan belum tersentuh bantuan.
Sigit menyebut hingga saat ini Polri telah mengirimkan 247,66 ton bantuan logistik yang berasal dari Mabes Polri dan Polda-Polda. Bantuan tersebut akan terus didorong hingga kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi.
“Kita akan terus dorong sampai dengan kebutuhan terpenuhi,” kata Sigit.
Kapolri menegaskan penanganan bencana dilakukan secara bersama-sama dengan kementerian dan lembaga lainnya sesuai arahan Presiden. Pemerintah dan seluruh unsur terkait diminta terus mempercepat langkah tanggap darurat agar kebutuhan korban, termasuk evakuasi, kesehatan, pangan, dan perlindungan di pengungsian, dapat segera terpenuhi.
“Kita semuanya berdoa agar bencana ini cepat bisa ditanggulangi dan langkah-langkah penanganan bencana ini betul-betul bisa segera dilaksanakan,” ujar Sigit. (H-2)


















































