Karhutla Bromo Padam, Rehabilitasi Infrastruktur Dasar Dilakukan

5 days ago 3
Karhutla Bromo Padam, Rehabilitasi Infrastruktur Dasar Dilakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bromo, Jawa Timur(Dok.BPBD Jatim)

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dilaporkan sudah padam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) siap melakukan rehabilitasi infrastruktur dasar.

“Hari ini (12/8) kami menerima laporan sudah padam, namun petugas gabungan masih tetap siaga penuh,” kata Kepala BPBD Jawa Timur Adhy Karyono di Surabaya, Rabu (12/8).

Dari laporan di lapangan, titik api di kawasan P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Bromo, sudah tidak terlihat, termasuk di titik titik lain praktis sudah padam.

Ia mengatakan medan terjal menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Lokasi titik api berada di kawasan tebing sehingga sulit dijangkau petugas melalui jalur darat. Adhy mengatakan BPBD Jatim siap melakukan rehabilitasi infrastruktur dasar, khususnya penggantian jaringan pipa air yang rusak terbakar.

“Jika tidak segera diganti, masyarakat bisa mengalami krisis air bersih. Selain itu, kita harus memikirkan pemulihan ekonomi lokal seperti penyedia jasa Jeep, perhotelan,  homestay, hingga UMKM kuliner yang terdampak. Kerja sama optimal tim darat dan pemadaman udara harus membawa hasil signifikan," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekdaprov Adhy optimistis penanganan karhutla di Bromo kali ini akan berjalan lebih cepat dan efektif daripada kejadian serupa pada 2023.

"Perbedaannya dengan tahun 2023, helikopter saat ini standby dan melakukan refueling di Pasuruan sehingga operasionalnya jauh lebih efektif. Pemprov Jatim juga menambah armada helikopter. Dua helikopter kecil ditugaskan 
standby dengan titik refueling di Ranu Pane. Dengan begitu, pengisian air dapat berlanjut tanpa jeda lama, kecuali jika terkendala kabut tebal," ujar Adhy.

Hingga 11 Agustus 2026, total luas area yang terbakar di Bromo diperkirakan mencapai 899,38 hektare. Vegetasi yang terdampak didominasi oleh cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar.

Tim gabungan, kata dia, terus menggencarkan penanganan darat di kawasan Pusung Duwur dan Dingklik menggunakan teknik gepyok serta armada mobil tangki. Upaya pembasahan (wetting) juga dioptimalkan di titik-titik yang terjangkau oleh petugas.

Guna mempercepat penanganan udara, Adhy mengatakan tiga unit helikopter dikerahkan untuk operasi water bombing di area Pusung Duwur, Bromo. Armada tersebut terdiri dari dua helikopter BNPB (PK-DAN dan PK-DBM) serta satu helikopter milik Pemprov Jatim (PK-DAP). Hingga saat ini, total 15 rit pemboman air dengan kapasitas 36.000 liter telah dijatuhkan untuk meredam kobaran api.

Adhy menggarisbawahi pentingnya mengantisipasi dampak lanjutan terhadap masyarakat, terutama jika penanganan darurat meleset dari target. “Yang kamin fikirkan sekarang adalah masyarakat setelah ini, termasuk wisata,” katanya. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |