Karhutla Kalsel Meluas ke Tahura Sultan Adam, Wisata Mandiangin Ditutup

1 day ago 7
Karhutla Kalsel Meluas ke Tahura Sultan Adam, Wisata Mandiangin Ditutup Kebakaran lahan gambut di Kalsel.(Dok BPBD Kalsel)

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan kian meluas hingga merambah kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Kabupaten Banjar. Guna mengantisipasi risiko bagi pengunjung, pihak UPT Tahura Sultan Adam resmi menutup kawasan wisata Mandiangin sejak awal Agustus 2026.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, menjelaskan bahwa kondisi udara yang sangat kering selama musim kemarau memicu peningkatan kerawanan kebakaran. Beberapa titik api dilaporkan mulai muncul di dalam wilayah Tahura Sultan Adam.

"Karhutla terus berlangsung karena kondisi udara yang kering saat kemarau membuat tingkat kerawanan kebakaran meningkat. Saat ini beberapa kejadian kebakaran terjadi di wilayah Tahura Sultan Adam," ujar Ronny di sela-sela upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Banjarbaru, Senin (16/8).

Meski api sudah memasuki kawasan Tahura, Ronny menyebutkan dampaknya sejauh ini masih dalam kategori terkendali. Luas lahan yang terbakar di area tersebut diperkirakan kurang dari 100 hektare. Namun, kesiagaan personel tetap ditingkatkan untuk mencegah api meluas ke zona inti hutan raya.

Penutupan Wisata Mandiangin

Sebagai langkah pengamanan dan untuk mengefektifkan proses pemadaman di lapangan, UPT Tahura Sultan Adam memutuskan menutup total akses wisata Mandiangin bagi masyarakat umum. Penutupan ini diberlakukan sejak 6 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Tahura Sultan Adam sendiri merupakan destinasi wisata alam unggulan yang dikelola oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel. Selain di kawasan wisata, BPBD mencatat karhutla juga melanda lahan gambut di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor yang masuk dalam zona ring satu pengamanan.

Hingga saat ini, total luas hutan dan lahan yang terbakar di Kalimantan Selatan dilaporkan hampir mencapai 3.500 hektare. Wilayah yang mengalami dampak terparah meliputi Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru.

Dampak Kabut Asap di Bandara

Berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah, terutama di sekitar Bandara Syamsudin Noor dalam tiga hari terakhir. Meski demikian, otoritas bandara memastikan operasional penerbangan belum terganggu.

Stakeholders Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, menyatakan bahwa jarak pandang (visibility) masih berada dalam batas aman untuk aktivitas pesawat.

"Memang ada kabut asap, tetapi tidak mengganggu jarak pandang sehingga aktivitas penerbangan berjalan normal," ungkap Zulfian saat ditemui dalam kegiatan peringatan HUT RI di terminal bandara.

Catatan Redaksi: Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja dan tetap waspada terhadap dampak kesehatan akibat kabut asap yang mulai muncul di beberapa titik. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |