Kasus ISPA di Kabupaten Tasikmalaya Tembus 97.629 Selama Kemarau 2026

1 day ago 2
Kasus ISPA di Kabupaten Tasikmalaya Tembus 97.629 Selama Kemarau 2026 Ilutrasi pasien ISPA(Magnific)

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, melaporkan lonjakan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data periode Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 97.629 warga di wilayah tersebut terjangkit penyakit pernapasan ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tasikmalaya, Otong Kusmana, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus ini dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem selama musim kemarau serta maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penyakit ini dilaporkan mendominasi kelompok usia rentan, mulai dari balita, anak-anak, hingga remaja.

Pemicu Utama: Debu dan Asap Kebakaran

Otong menjelaskan bahwa kondisi lingkungan yang tidak bersahabat menjadi faktor utama memburuknya kesehatan pernapasan warga. Udara yang kering, jalanan yang berdebu, serta paparan asap dari kebakaran lahan memperparah kondisi saluran pernapasan masyarakat.

"Peningkatan kasus lantaran kondisi cuaca dingin, jalan berdebu, sesak napas kambuh, udara kurang bersahabat karena banyak kebakaran lahan," ujar Otong Kusmana pada Senin (17/8/2026).

Selain faktor debu dan asap, cuaca dingin yang terjadi di sela musim kemarau juga memicu kekambuhan pada pasien yang memiliki riwayat asma. Dinkes mencatat rata-rata pasien datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan klinis yang serupa.

Gejala Dominan Pasien ISPA di Tasikmalaya:

  • Batuk dan flu
  • Sakit tenggorokan dan suara serak
  • Hidung tersumbat atau meler
  • Sakit kepala dan mual
  • Sesak napas (terutama pada penderita asma)

Melihat angka kasus yang hampir menyentuh 100 ribu jiwa dalam delapan bulan, pemerintah daerah meminta masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan. Kondisi lahan yang kering dan gersang membuat partikel debu lebih mudah terhirup.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Tasikmalaya menginstruksikan warga untuk kembali disiplin menggunakan masker, terutama saat berada di area yang terdampak asap kebakaran lahan atau jalanan yang berdebu pekat.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat guna mengantisipasi penyakit ISPA agar memakai masker, karena kondisi cuaca panas, kering, berdebu, asap kebakaran lahan maupun rumah berpengaruh pada saluran pernapasan," pungkas Otong. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |