Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di lahan kosong(MI/Depi Gunawan)
DINAS Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat mencatat sebanyak 143 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Angka tersebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya terutama saat memasuki musim kemarau yang dipengaruhi cuaca panas dan kering dampak fenomena El Nino.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat, Siti Aminah Anshoriah mengatakan kasus kebakaran paling banyak terjadi pada Juli 2026 dengan 73 kejadian. Bahkan, dalam satu hari petugas sempat menangani tujuh kejadian kebakaran.
"Peristiwa kebakaran di musim kemarau tahun ini memang naik drastis. Kejadian paling banyak di bulan Juli ada 73 kasus kebakaran. Bahkan pernah sehari ada tujuh kejadian," kata Siti, Selasa (18/8).
Ia merinci, pada Januari tercatat sembilan kejadian kebakaran, Februari ada tujuh kejadian, Maret ada 17 kejadian, April tercatat delapan kejadian, Mei ada sembilan kejadian, Juni sebanyak 20 kejadian, dan Juli sebanyak 73 kejadian.
Menurut Siti, mayoritas kebakaran terjadi di lahan kosong dan kebun. Kondisi rumput, alang-alang, ranting, serta dedaunan yang mengering akibat cuaca panas membuat api lebih mudah menyebar.
"Paling banyak memang di lahan kosong dan kebun. Alang-alangnya kan kering jadi mudah terbakar, ditambah angin kencang sehingga api lebih cepat menyebar. Ada juga rumah dan lainnya," ungkapnya.
Selain faktor cuaca, kata dia, kebakaran juga mayoritas dipicu kelalaian manusia di antaranya sisa pembakaran yang belum benar-benar padam serta kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.
"Paling dominan memang faktor kelalaian. Contohnya puntung rokok saja kalau dibuang sembarangan bisa menjadi pemicu kalau cuaca panas seperti sekarang," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Menurutnya, kondisi kering dan angin kencang tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran di kebun dan lahan kosong, tetapi juga di kawasan permukiman hingga tempat pembuangan sampah.
"Jadi masyarakat harus lebih hati-hati di musim kemarau ini karena api enggak pilih-pilih tempat. Kelalaian sedikit saja bisa menyebabkan kebakaran," jelasnya. (H-4)


















































