Ilustrasi .(Antara)
TIM gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menyelidiki penemuan potongan tubuh yang diduga kaki manusia di aliran Sungai Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, pada Rabu (19/8).
Potongan tubuh tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) Limo saat melakukan pembersihan rutin di area sungai.
"Petugas SDA sedang pembersihan di sungai, kemudian ditemukan ada potongan tubuh bagian diduga kaki. Dari petugas tersebut langsung melaporkan kepada pihak kepolisian," kata Ketua Tim Khusus (Katimsus) 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/8).
Usai menerima laporan, Unit Identifikasi Polda Metro Jaya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Potongan tubuh tersebut kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan forensik," ucap Breggy.
Pemeriksaan medis dilakukan untuk memastikan keabsahan temuan serta menguji keterkaitannya dengan dugaan kasus mutilasi sebelumnya. Aliran Sungai Limo diketahui tersambung langsung dengan sistem aliran Kali Licin.
"Kami mengirimkan potongan tubuh tersebut ke forensik Kramat Jati untuk pendalaman lebih lanjut, untuk menentukan apakah memang ini benar potongan tubuh milik korban atau bukan. Kami harus memastikan itu dulu," ujar Breggy.
Kepolisian saat ini memang masih berupaya mencari potongan kaki korban mutilasi yang sebagian tubuhnya ditemukan di dalam karung di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok.
"Tim dari Penyidik Satreskrim Polres Depok bersama-sama dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus berupaya mencari potongan badan bagian bawah, dua kaki, ya, yang dibuang oleh tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin di Jakarta pada 7 Agustus 2026.
Iman membeberkan dua kendala utama dalam pencarian, yakni titik pasti lokasi pembuangan oleh tersangka serta kuatnya aliran air.
"Masalah titik kepastian pelaku membuangnya di mana awalnya. Kemudian, ada aliran air juga yang bisa cukup untuk membawa potongan itu terbawa arus, sehingga kami harus menelusuri aliran sungai," tutur Iman.
Terkait durasi pencarian, pihaknya mengatur ritme tim di lapangan demi efektivitas penelusuran.
"Tentunya, tim dari K9 dan tim kami juga harus diatur supaya kami tetap bisa bertahan sampai dengan kami menemukan potongan tersisa yang belum ditemukan tersebut," pungkas Iman.
Kasus penemuan mayat terbungkus karung di kawasan Tanah Merah ini sebelumnya berhasil diungkap setelah pelakunya dibekuk Subdit Resmob Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan korban bernama Kunaefi, 51, warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, yang diduga kuat dibunuh oleh pelaku berinisial SA, 26. (Ant/P-2)


















































