Perjuangan Nakes RSUD Ruteng: Bertahan Merawat Pasien di Tengah Dingin Ekstrem Pascagempa

2 hours ago 1
 Bertahan Merawat Pasien di Tengah Dingin Ekstrem Pascagempa Rawat inap di tenda Darurat RSUD Ruteng(MI/Marianus)

DI tengah dampak pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang menguncang Nusa Tenggara Timur, tenaga kesehatan (nakes) RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, harus bekerja ekstra dalam situasi serba terbatas. Pelayanan medis terpaksa dialihkan ke tenda-tenda darurat di bawah gempuran suhu dingin ekstrem khas Kota Ruteng.

Humas RSUD Ruteng, Yohana R. D. Mari, mengatakan kondisi tersebut membuat tenaga kesehatan harus bekerja lebih keras untuk memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan.

“Dengan melakukan perawatan di tenda dengan suhu Kota Ruteng yang dinginnya sangat ekstrem, merupakan tantangan tersendiri bagi tenaga medis di RSUD Ruteng,” kata Yohana, Kamis  (20/8).

Kondisi bahkan membuat sejumlah tenaga kesehatan ikut jatuh sakit. Beberapa dokter dan perawat terpaksa mendapatkan perawatan sambil tetap menjalankan tugas.

“Ada beberapa tenaga medis, baik dokter maupun perawat, pada akhirnya menjadi pasien. Mereka hanya diinfus lalu tetap bekerja karena takut kekurangan tenaga untuk merawat pasien,” ujarnya.

Sebagian tenaga kesehatan mendapat perawatan di ruang UGD sambil tetap membantu pelayanan. Sementara tenaga kesehatan lainnya diminta beristirahat untuk memulihkan kondisi.

Situasi tersebut menggambarkan beratnya beban tenaga kesehatan dalam masa tanggap darurat. Di satu sisi, mereka harus menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca dingin dan keterbatasan fasilitas. Di sisi lain, pasien tetap membutuhkan pelayanan tanpa henti.

Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, RSUD Ruteng mendapat tambahan tenaga kesehatan dari luar daerah.

Berdasarkan data hingga 18 Agustus 2026, dukungan tenaga medis datang dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RS WZ Johannes Kupang, serta sejumlah daerah lainnya.

Tenaga yang diperbantukan antara lain dokter ortopedi, dokter dan spesialis anestesi, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, perawat ruang intensif, serta dokter emergency.

“Yang datang adalah dokter ortopedi, anestesi, spesialis anestesi, tenaga ATLM satu orang, perawat ruangan intensif dan dokter emergency,” kata Yohana.

Bagi tenaga kesehatan RSUD Ruteng, tambahan personel tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga pelayanan tetap berlangsung, ketika mereka sendiri masih harus berjuang memulihkan kondisi setelah bekerja di tengah situasi darurat pascagempa. (MM)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |