KBRI Beijing Luncurkan Buku 30 Tulisan Terbaik Penulis Indonesia

13 hours ago 2
KBRI Beijing Luncurkan Buku 30 Tulisan Terbaik Penulis Indonesia Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun bersama Ketua Umum PPIT Al Busyra Basnur saat meluncurkan buku Indonesia-Tiongkok, Siapa Melakukan Apa? di KBRI Beijing, Senin (17/8).(Istimewa)

KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing meluncurkan buku berjudul Indonesia-Tiongkok, Siapa Melakukan Apa? Buku tersebut diluncurkan Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun bersama Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Al Busyra Basnur, seusai Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di KBRI Beijing, Senin (17/8).

Peluncuran dihadiri ratusan masyarakat Indonesia di Tiongkok, peserta yang datang langsung dari Indonesia, undangan, serta keluarga besar KBRI Beijing.

Dalam sambutannya, Djauhari mengatakan buku tersebut penting dibaca karena memuat pemikiran penulis Indonesia mengenai hubungan Indonesia-Tiongkok serta gagasan untuk memperkuat kerja sama kedua negara.

"Buku ini penting dibaca karena berisi berbagai pemikiran penulis Indonesia tentang Indonesia dan Tiongkok dan bagaimana meningkatkan hubungan kedua negara," ujar Dubes Djauhari dalam keterangannya, Selasa (18/8). 

Sementara Al Busyra menjelaskan, buku setebal 400 halaman itu memuat 30 tulisan terbaik yang dipilih dari 727 karya peserta Sayembara Menulis 2026. Sayembara tersebut terbuka bagi masyarakat Indonesia dari berbagai profesi dan latar belakang.

Buku ini diedit Al Busyra dan Taufan Teguh Akbari. Sayembara dan penerbitannya diselenggarakan PPIT bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Beijing, serta Indonesia China Partnership Institution (ICPI)-President University.

Dua pemenang utama sayembara, Ayu Prawitasari dan Sulthan Daffa Alzana, turut hadir dalam peluncuran. Ayu merupakan wartawan, redaktur, dan penulis esai Harian Solopos, sedangkan Sulthan adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang.

Menurut Al Busyra, buku tersebut akan segera diterbitkan dalam bahasa Mandarin dan didiskusikan di berbagai perguruan tinggi serta lembaga di Indonesia dan Tiongkok.

“Diskusi buku untuk pertama kali akan diselenggarakan di LSPR Institute of Communication and Business pada 7 September, disusul di berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia dan Tiongkok,” tandas Al Busyra. (B-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |