Kebakaran Tempat Katering di Kedungmundu Semarang Diduga akibat Kebocoran Gas

16 hours ago 3
Kebakaran Tempat Katering di Kedungmundu Semarang Diduga akibat Kebocoran Gas Lokasi kejadian.(MI/Akhmad Safuan)

TEMPAT usaha katering yang berlokasi di Jalan Gemah Sari Raya XII, Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, ludes terbakar pada Selasa (18/8) pagi. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh kebocoran regulator tabung gas elpiji saat aktivitas memasak sedang berlangsung.

Peristiwa tersebut terjadi ketika warga sekitar dikejutkan oleh kobaran api yang muncul tiba-tiba dari bangunan seluas 7 x 10 meter tersebut. Sejumlah karyawan katering terlihat berhamburan keluar menyelamatkan diri saat api mulai merambat ke seluruh ruangan.

Warga setempat sempat berupaya memadamkan api secara manual. Namun, si jago merah dengan cepat membesar dan menjilat mobil yang terparkir di beranda bangunan yang berfungsi sebagai dapur utama. Karena khawatir api merembet ke permukiman padat di sekitarnya, warga segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang.

"Api sangat cepat membesar. Kami khawatir merembet ke bangunan lain yang berada di sisi kanan dan kiri tempat usaha katering itu," ujar Rachmat, salah seorang warga di lokasi kejadian.

Amin, warga lain, menyebutkan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Meski penyebab pasti masih dalam penyelidikan, sejumlah karyawan melaporkan bahwa api muncul secara mendadak saat proses memasak. "Diduga kebakaran dipicu kebocoran regulator tabung gas elpiji," tambahnya.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan pertama kali pada pukul 06.20 WIB. Sepuluh menit berselang, sebanyak 25 petugas dengan 5 mobil pemadam dikerahkan ke lokasi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, api pertama kali muncul dari selang regulator gas elpiji. Percikan api kemudian menyambar tumpukan karton box makanan, sehingga api dengan cepat melahap sebagian besar bangunan beserta perlengkapan dapur di dalamnya.

"Petugas segera melakukan proses pemadaman dan melokalisasi api agar tidak meluas ke bangunan lain di sebelahnya. Setelah penanganan selama 1,5 jam, api akhirnya dapat dijinakkan sekitar pukul 07.44," jelas Tantri Pradono. Saat ini, petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Akibat insiden ini, bangunan seluas 70 meter persegi tersebut hangus terbakar. Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan cukup besar, termasuk kerusakan pada bagian belakang satu mobil yang terparkir di area usaha katering tersebut. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |