Kecelakaan Beruntun di Tol Batang, Tiga Orang Meninggal Dunia

2 hours ago 3
Kecelakaan Beruntun di Tol Batang, Tiga Orang Meninggal Dunia Ambulan siap mengantar ketiga korban meninggal ke alamat masing-masing.(MI/Suparji)

TIGA orang meninggal dunia akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Tol Trans Jawa KM 379+900 jalur Jakarta-Semarang, wilayah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (19/8) dini hari.

Mereka yang meninggal dunia masing-masing Tekat Susanto, 46, warga Tangerang yang merupakan kru ambulans; Giyati, 42, warga Cengkareng Timur dan Mulyana, 50, warga Tangerang.

Empat kendaraan yang terlibat kecelakaan yakni ambulans Suzuki APV D-1142-AFZ, truk Hino bak besi BE-8501-PV, Toyota Innova G-1480-BK, dan Toyota Avanza B-2058-UOR.

Kasat Lantas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah, menyampaikan kecelakaan bermula saat ambulans melaju dari arah barat menuju timur. Saat tiba di lokasi kejadian, ambulans diduga kurang konsentrasi sehingga menabrak bagian belakang samping kanan truk Hino yang melaju searah.

"Setelah menabrak truk, ambulans bergerak ke kanan dan menabrak Toyota Innova yang melaju di lajur kanan," ujar Eka saat dikonfirmasi jurnalis, Rabu (19/8).

Eka menuturkan benturan itu membuat roda cadangan truk Hino terlepas. Roda cadangan itu kemudian menghantam bagian depan Toyota Avanza yang berada di belakang ambulans.

"Ambulans tersebut sedang membawa jenazah Tyo Prasetyo, warga Cengkareng Timur, dari Jakarta menuju Jepara. Tiga korban
yang meninggal terdiri dari asisten ambulans yang berada di sebelah kiri sopir serta dua orang yang merupakan ayah dan ibu dari jenazah yang dibawa ambulans," tutur Eka.

Ketiga korban kemudian dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Islam (RSI) Kendal.

Dokter RSI Kendal, Nauval Helmi, mengatakan ketiga korban yang tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sudah dalam kondisi meninggal dunia. Para korban mengalami luka pada bagian tangan dan wajah akibat benturan keras.

“Korban datang di RSI pukul 03:30 pagi kondisi masuk UGD sudah dalam keadaan meninggal dunia, rata rata korban mengalami  luka bagian muka  dan tangan akibat benturan keras” jelas  dokter  Nauval.

Petugas Jasa Raharja wilayah Kendal, Ajeng Sari Nastiti, menyampaikan masing-masing korban meninggal dunia mendapatkan santunan sesuai ketentuan dengan nilai maksimal Rp20 juta.

“Dari ketiga korban nantinya akan mendapatkan santunan dari jasa raharja maksimal Rp 20 juta ruopuah per orang," ujar Ajeng.

Sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah kemudian diberangkatkan menggunakan ambulans RSI Kendal untuk diantar ke sejumlah lokasi, yakni Jepara, Cengkareng, dan Tangerang, Banten, untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab dan kronologi lengkap kecelakaan. Dugaan awal, kecelakaan dipicu kurang konsentrasinya pengemudi ambulans.

Pengguna jalan tol agar selalu berkonsentrasi saat berkendara, menjaga kecepatan, serta memastikan kondisi fisik tetap prima, khususnya ketika berkendara pada malam hingga dini hari.

Kasus kecelakaan tersebut kini masih dalam penanganan dan penyidikan Satlantas Polres Batang. (JI/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |