Kejutan Kejuaraan Dunia BWF 2026, Christo Popov Tersingkir di Babak 64 Besar

9 hours ago 1
Kejutan Kejuaraan Dunia BWF 2026, Christo Popov Tersingkir di Babak 64 Besar Christo Popov(Doc MI)

KEJUTAN terus mewarnai persaingan tunggal putra Kejuaraan Dunia BWF 2026. Sehari setelah tunggal putra nomor satu dunia Shi Yu Qi tersingkir, giliran unggulan kelima asal Prancis, Christo Popov, yang harus tersingkir.

Popov secara mengejutkan ditundukkan wakil Jepang Kenta Nishimoto pada babak 64 besar di Indira Gandhi Arena, New Delhi, Selasa (18/8). Nishimoto menang dua gim langsung 21-17, 21-19 dalam laga yang berlangsung ketat.

Hasil tersebut menjadi kejutan besar mengingat Popov datang ke New Delhi dengan kepercayaan diri tinggi. Pemain Prancis itu sedang menikmati periode terbaiknya musim ini setelah meraih gelar Jerman Terbuka, Kejuaraan Eropa, dan Jepang Terbuka.

Tersingkirnya Shi Yu Qi sehari sebelumnya bahkan semakin membuka peluang Popov untuk memburu gelar dunia. Namun, harapan itu langsung kandas pada pertandingan pertamanya.

Popov tidak mampu menemukan permainan terbaik ketika menghadapi Nishimoto. Pemain Jepang tersebut justru tampil lepas dan memanfaatkan pengalaman untuk mengatasi tekanan di momen-momen krusial.

"Saya harus bermain dengan kontrol yang baik karena lawan saya sangat cepat. Saya pemain yang berpengalaman dan hal itu membantu. Christo merupakan salah satu favorit, jadi mungkin dia berada di bawah tekanan besar," kata Nishimoto seperti dikutip laman BWF.

Kemenangan itu sekaligus menjadi kebangkitan bagi Nishimoto. Sebelum tampil di Kejuaraan Dunia, pemain Jepang tersebut mengalami periode buruk dengan selalu tersingkir pada babak pertama dalam enam turnamen terakhir yang diikutinya.

Namun, Nishimoto justru menemukan momentumnya di panggung terbesar musim ini. Ia mampu meredam pemain yang sedang berada dalam performa terbaiknya dan mengamankan tiket ke babak berikutnya.

Popov mengakui pertandingan berjalan ketat. Ia menilai Nishimoto tampil lebih baik ketika pertandingan memasuki fase-fase penentu.

"Pertandingannya sebenarnya berlangsung bagus dan ketat. Dari sisi permainan bulu tangkis, memang bukan penampilan terbaik saya karena saya membuat banyak kesalahan," ujar Popov.

"Dia lebih baik dari saya di sisi permainan yang bagus. Pertandingannya 50-50 dan ada lima atau enam situasi penting yang berpihak kepadanya. Pada momen-momen penting, dia bermain lebih baik," imbuhnya.

Popov menolak anggapan soal tekanan sebagai unggulan kelima membuat permainannya terbebani. Menurutnya, kekalahan tersebut lebih disebabkan Nishimoto tampil lebih efektif saat menentukan hasil pertandingan.

"Tekanan tidak membebani saya. Kami harus berada dalam kondisi 100 persen sejak babak pertama. Kenta memang bermain lebih baik," kata Popov.

Tersingkirnya Popov membuat persaingan tunggal putra semakin sulit diprediksi. Dua nama besar yang sebelumnya masuk bursa kandidat juara kini sudah tersingkir sebelum memasuki babak-babak akhir. Setelah Shi Yu Qi dan Popov tumbang, persaingan di sektor tunggal putra pun semakin terbuka. (Dhk)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |