Kejutan Putri Garut Singkirkan Arema FC Women, Melaju ke Final Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026

5 hours ago 5
Kejutan Putri Garut Singkirkan Arema FC Women, Melaju ke Final Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 Laga semifinal U-18 Arema FC Women kontra Putri Garut.(Dok. Soccer League All-Stars)

PUTRI Garut menciptakan kejutan besar dalam putaran nasional Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 kategori U-18. Berstatus sebagai tim yang tidak diunggulkan, wakil Jawa Barat tersebut sukses menumbangkan juara regional Jawa Timur, Arema FC Women, untuk mengamankan tiket ke partai puncak.

Bertanding di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/7), Putri Garut menyudahi perlawanan sengit Arema FC Women dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal kemenangan Nazwa Bilbina Putri tercipta pada babak kedua, memanfaatkan kesalahan kiper lawan yang gagal mengamankan bola dengan sempurna. Kemenangan ini memastikan terjadinya All-West Java Final, di mana Putri Garut akan menantang Akademi Persib.

Strategi Pragmatis dan Mentalitas Juara

Pelatih Putri Garut, Depi Kuspriansyah, mengakui bahwa pencapaian ini telah melampaui target awal tim yang hanya mematok babak semifinal. Namun, keberhasilan menembus final mengubah ambisi tim untuk membawa pulang trofi juara.

"Kami datang ke sini memang tidak diunggulkan. Sekarang sudah sampai final, tentu targetnya juara," tegas Depi usai pertandingan.

Menghadapi agresivitas Arema FC Women, Depi secara terbuka mengakui menerapkan pendekatan pragmatis. Ia memilih strategi serangan balik (counter attack) demi meredam kualitas serangan lawan yang dinilai sangat berbahaya.

"Kita tidak menggunakan sistem menyerang tapi counter attack. Karena saya tahu lawan-lawan kita emang luar biasa semuanya apalagi Arema. Yang saya cari adalah sepak bola yang menghasilkan kemenangan karena kami datang jauh-jauh dari Garut ke sini bukan sekadar ikut bertanding," tambahnya.

Depi menilai ketangguhan mental anak asuhnya tidak lepas dari kompetisi lokal di Jawa Barat yang sangat kompetitif. Frekuensi pertandingan yang tinggi di level daerah membuat para pemain terbiasa menghadapi tekanan besar di level nasional.

Evaluasi Arema FC Women

Di kubu lawan, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Arema FC Women yang sebenarnya tampil dominan. Pelatih Arema FC Women, Dindin Wahyudin, tetap memberikan apresiasi atas kerja keras skuatnya meski hasil akhir tidak sesuai harapan.

"Anak-anak sudah bekerja keras. Memang hasilnya belum berpihak. Sepak bola juga soal rezeki. Banyak hal yang akan kami evaluasi, baik kualitas pemain maupun pembinaan di akademi," ujar Dindin.

Senada dengan sang pelatih, pemain Arema FC Women, Merisya Ika Hendrawan, menyoroti kurangnya ketenangan tim dalam menyelesaikan peluang. "Serangan sebenarnya banyak, hanya komunikasi dan ketenangan kami masih kurang. Kalau lebih tenang, mungkin hasilnya bisa berbeda," tuturnya.

Dengan hasil ini, Putri Garut akan segera bersiap menghadapi Akademi Persib di laga final. Kedua tim sudah saling mengenal karakter permainan masing-masing karena sering bertemu dalam berbagai kompetisi di wilayah Jawa Barat. (Dhk/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |