Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman(Kementan)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia harus menjadi momentum nyata kehadiran negara bagi rakyat yang sedang mengalami kesulitan. Hal tersebut dibuktikan dengan langkah cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, Mentan Amran memastikan bantuan senilai Rp75,4 miliar segera dikirimkan kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi. Ia menginstruksikan agar proses penyaluran dilakukan tanpa hambatan administratif yang berbelit.
“Hari ini kita juga berduka terhadap saudara-saudara kita yang kena bencana alam di NTT. Kementerian Pertanian mengucapkan duka yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan sehat selalu dan sabar menghadapi cobaan ini,” ujar Amran saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta, Senin (17/8).
Prioritas Kemanusiaan di Atas Administrasi
Amran menjelaskan bahwa dukungan senilai Rp75,4 miliar tersebut mencakup berbagai kebutuhan mendesak, termasuk bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Ia menekankan bahwa dalam kondisi darurat, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.
“Pertanggungjawabannya nanti, surat menyusul. Karena ini adalah kemanusiaan, ini tidak bisa ditunda,” tegasnya. Ia meminta seluruh jajaran memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat terlebih dahulu sebelum menyelesaikan urusan dokumen formal.
Kado Swasembada Pangan di HUT ke-81 RI
Selain fokus pada penanganan bencana, Mentan Amran juga menyoroti capaian strategis sektor pertanian sebagai kado bagi kemerdekaan Indonesia. Ia mengklaim Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan dalam waktu yang jauh lebih singkat dari target awal.
“Alhamdulillah, kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target empat tahun menjadi satu tahun,” ungkapnya.
Keberhasilan ini, menurut Amran, merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, hingga para penyuluh dan aparat desa seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Tantangan Komoditas Strategis
Meski telah mencapai swasembada, Mentan mengingatkan jajarannya untuk tidak berpuas diri. Masih ada tantangan besar dalam meningkatkan produksi komoditas strategis lainnya seperti daging sapi, susu, dan kedelai.
“Kami yakin, kalau kita kolaborasi, kita kompak, pasti ini bisa kita capai. Mudah-mudahan tiga sampai lima tahun ini bisa menjadi kenyataan,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Amran memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pegawai Kementan yang bekerja ekstra keras tanpa mengenal hari libur demi menjaga kedaulatan pangan nasional.
“Kementerian Pertanian bekerja tanpa tanggal merah, semuanya tanggal hitam. Itu demi Merah Putih, demi kehormatan bangsa. Negara yang memanggil untuk bekerja keras,” pungkasnya sembari menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pegawai atas tuntutan pekerjaan yang menyita waktu.


















































