Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh (tengah).(MI/M Farhan Zhuhri)
KETUA Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mendorong pengelola Ancol memperbaiki fasilitas marina sebagai bagian dari rencana pengembangan kawasan reklamasi seluas 65 hektare.Nova menilai keberadaan marina penting untuk mendukung akses masyarakat menuju Kepulauan Seribu.
Selama ini, Ancol menjadi salah satu titik keberangkatan masyarakat yang hendak menyeberang ke Kepulauan Seribu menggunakan kapal. “Yang paling penting, kita ini kan lagi berpikir bagaimana dermaga dari Kepulauan Seribu ini bisa dikembalikan lagi,” kata Nova di ruang Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (8/9).
Menurut Nova, aktivitas keberangkatan kapal dari Ancol menuju Kepulauan Seribu juga memiliki potensi pendapatan. Selain tiket masuk, terdapat potensi penerimaan dari aktivitas penyewaan toko maupun ruang usaha di kawasan tersebut.
“Kalau orang masuk ke Kepulauan Seribu, naik kapal dari Ancol, itu kan pasti banyak pendapatan juga yang didapat. Baik dari tiket masuk, maupun juga istilahnya toko orang bayar sewa,” ujarnya.
Karena itu, Nova meminta rencana pengembangan marina turut dimatangkan seiring dengan pengembangan kawasan reklamasi. Ia mengusulkan fasilitas marina dibuat lebih baik sehingga dapat kembali menunjang aktivitas menuju Kepulauan Seribu. “Ke depannya kalau misal rencana itu pun ada, dibuat aja lebih bagus lagi marinnya, Pak. Sekarang kosong, kan?” kata Nova.
Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Syahmudrian Lubis membenarkan bahwa marina masuk dalam rencana pengembangan kawasan reklamasi. “Marina bagian daripada rencana kita juga, Pak, dalam 65 hektare tersebut,” ujarnya. (Far/P-3)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)




