Sebanyak 25 teman Tuli dari Cianjur langsung terjun dalam pelatihan barista pada 15 hingga 16 Agustus 2026.(Dok Istimewa)
Teman Tuli di Cianjur mengikuti kegiatan pelatihan “Pengembangan Kafe Tuli Berbasis Ruang Bersama: Penguatan Kemandirian Ekonomi Kreatif melalui Pelatihan Kewirausahaan bagi Komunitas Tuli di Cianjur” yang dipandu Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Mercu Buana. Acara berlangsung selama dua hari, 15–16 Agustus 2026, di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Program digagas Ketua Tim PkM Hibah Rachmita Maun Harahap serta didukung penuh tim mahasiswa UMB dan mitra komunitas disabilitas.
Rangkaian acara hari pertama, Sabtu (15/8), dibuka dengan sesi pemaparan oleh Fatimah Yasmin Hasni, mengangkat topik "Penguatan Literasi Visual Branding Kafe Tuli Tedasri." Ia membedah pentingnya konsistensi warna, tipografi, dan elemen visual dalam penerapan media serta promosi kafe agar memiliki daya saing tinggi di pasar modern.
Memasuki sesi siang, sebanyak 25 teman Tuli dari Cianjur langsung terjun dalam pelatihan barista. Pelatihan intensif ini dipandu oleh pengusaha kafe lokal, Murni, beserta tim ahlinya yang memberikan pengenalan peralatan kopi hingga teknik dasar pembuatan kopi berkualitas.
Pada hari kedua, Minggu (16/8), fokus pelatihan bergeser pada pengenalan fundamental bisnis. Sesi pagi diisi oleh Sugeng Santoso yang memaparkan materi "Pengenalan Ide Bisnis Cafe". Berbekal pengalamannya sebagai Ketua Tim Renstra BEKRAF (2015-2019) dan co-founder Food Startup Indonesia. Ia memotivasi peserta mengenai pemanfaatan co-working space bergaya kafe sebagai wadah kolaborasi multi-sektor, seperti desain, fotografi, DKV, dan kuliner.
Siang harinya, kegiatan ditutup dengan pemantapan materi lanjutan pelatihan barista secara mandiri untuk memastikan ke-25 peserta teman Tuli benar-benar menguasai keterampilan yang diajarkan sehari sebelumnya. (X-6)


















































