Kualitas Udara Pekanbaru di Level Berbahaya akibat Kabut Asap Karhutla

13 hours ago 2
Kualitas Udara Pekanbaru di Level Berbahaya akibat Kabut Asap Karhutla Suasana Kota Pekanbaru.(MI/Rudi Kurniawansyah)

KABUT asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menyebabkan kualitas udara di Kota Pekanbaru sempat anjlok dan semakin memburuk pada level berbahaya dengan tingkat particulate matter 276 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 09.00 WIB, Selasa (18/8).

Berdasarkan riwayat partikulate matter (PM25) yang dilansir dari situs resmi BMKG, sebelum mencapai level berbahaya, tingkat PM25 kualitas udara di Kota Pekanbaru terpantau berada pada level tidak sehat atau sekitar 66.8 mikrogram per meter kubik. Hingga berita ini diturunkan, tingkat PM25 kualitas udara terekam pada level sedang atau sekitar 42.2 mikrogram per meter kubik, pukul 13.00 WIB, Selasa (18/8).

“Kabut asap mengepung Kota Pekanbaru dan level kualitas udara pada level berbahaya pada jam 9 pagi tadi. Tak ada, pemberitahuan dari pemerintah untuk anak-anak yang sekolah. Cuma imbauan untuk memakai masker saja dari sekolah,” kata Budi, warga Pekanbaru, Selasa (18/8).

Kondisi kabut asap juga tidak berkurang pada siang hari. Bahkan sinar matahari yang biasa jelas dan panas terik karena cuaca cerah menjadi sedikit redup terselimuti asap. Namun, awan di langit masih terlihat meski terselimuti oleh kabut asap putih. Meski dari pandangan mata, bangunan gedung pertokoan dan perkantoran terselimuti oleh kabut asap, masyarakat masih beraktivitas di luar dan jalanan kota seperti biasa.

Menanggapi penurunan kualitas udara akibat kabut asap Karhutla yang semakin memburuk, Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau mengeluarkan imbauan keselamatan. Kepala Dinkes Riau, Zulkifli, menegaskan bahwa kelompok rentan menjadi pihak yang paling berisiko terdampak penurunan kualitas udara ini.

"Untuk kelompok rentan seperti lansia, balita, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah," ujarnya, Selasa (18/8).

Ia meminta warga tidak mengabaikan imbauan keselamatan jika terpaksa harus keluar rumah untuk beraktivitas. Langkah proteksi diri dan menjaga imun tubuh menjadi kunci utama saat ini.

"Kalau memang harus keluar rumah, gunakan masker. Kemudian banyak minum air putih dan konsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh," ujarnya.

Selain perlindungan diri di luar ruangan, antisipasi penumpukan asap di dalam hunian juga perlu dilakukan. Warga diimbau membatasi sirkulasi udara luar jika kondisi kabut asap di sekitar rumah mulai menebal.

"Kalau asap semakin pekat, ventilasi rumah sebaiknya diminimalisir agar asap dari luar tidak banyak masuk," pungkasnya.(RK/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |